EventBogor.com – Jakarta Selatan bersiap menghadapi musim hujan dengan serius. Ratusan personel gabungan dari Pemkot, TNI, dan Polri menggelar kerja bakti masif membersihkan sampah di kawasan rawan banjir Rawajati, Minggu (08/02/2026). Aksi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan dan kekompakan dalam menjaga lingkungan dan mengantisipasi bencana banjir yang kerap melanda.
Kekuatan Bersatu: Lebih dari Sekadar Kerja Bakti
Bayangkan, Anda berjalan di Rawajati, melihat sungai yang dulu sering meluap kini terlihat lebih bersih. Bukan hanya sekadar membersihkan, aksi ini adalah manifestasi dari semangat gotong royong. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, memimpin langsung kegiatan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas kebersihan hingga aparat keamanan. Dua alat berat dan belasan truk pengangkut sampah dikerahkan untuk memastikan tak ada lagi sampah yang menghambat aliran air.
Mengapa ini penting sekarang? Kita semua tahu, Jakarta tak pernah lepas dari ancaman banjir, terutama saat musim hujan tiba. Tumpukan sampah, terutama sampah plastik, adalah ‘musuh’ utama yang menyumbat saluran air dan pompa. Akibatnya? Banjir tak terhindarkan, merugikan masyarakat, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Menyelami Lebih Dalam: Apa yang Dilakukan dan Mengapa?
Gerebek sampah di Rawajati bukan hanya sekadar memungut sampah. Petugas juga melakukan pengerukan sedimen lumpur di dasar Sungai Ciliwung. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan sungai dapat menampung debit air yang meningkat saat hujan deras. Ini seperti memastikan ‘jalan tol’ air berfungsi dengan baik, sehingga air dapat mengalir lancar ke hilir.
“Hari ini personel yang diturunkan kurang lebih 600 orang, termasuk TNI dan Polri. Kerja bakti ini sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi di musim hujan seperti sekarang,” ujar Wali Kota Anwar. Pernyataan ini bukan sekadar kata-kata, tetapi cerminan dari kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran TNI dan Polri juga menunjukkan betapa seriusnya pemerintah daerah dalam menangani masalah banjir.
Dampak Nyata bagi Kita Semua
Tentu saja, aksi ini berdampak langsung bagi kita semua. Rumah dan lingkungan yang lebih bersih, risiko banjir yang berkurang, dan kualitas hidup yang meningkat. Namun, ada pelajaran penting yang bisa kita petik. Kerja bakti ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita sebagai warga masyarakat. Dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan, kita turut berkontribusi dalam mencegah banjir.
Skenario sederhana: Bayangkan saat hujan deras mengguyur. Anda tidak lagi khawatir air akan masuk ke rumah karena saluran air tersumbat. Itu adalah hasil nyata dari kerja keras dan kekompakan yang ditunjukkan di Rawajati.
Langkah Selanjutnya: Kemitraan Berkelanjutan
Kerja bakti ini adalah langkah awal. Penting untuk memastikan kegiatan semacam ini terus berlanjut dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan warga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan aman dari bencana banjir. Ingat, menjaga kebersihan adalah investasi untuk masa depan kita.
Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah kita semua siap untuk turut serta menjaga Jakarta tetap bersih dan bebas banjir?