EventBogor.com – Gemuruh perayaan Imlek di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta Barat, Selasa (17/02/2026), tak hanya membawa suka cita bagi umat yang merayakan. Di balik semarak lampion dan aroma dupa, terselip cerita lain: perjuangan petugas Satpol PP yang kewalahan menghadapi membludaknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang memperebutkan angpau.
Bayangkan, Anda baru saja keluar dari vihara setelah beribadah, niat hati ingin menikmati suasana perayaan. Namun, langkah Anda terhalang oleh kerumunan orang yang tak henti meminta-minta. Itulah gambaran situasi yang dihadapi di sekitar Vihara Dharma Bhakti saat perayaan Imlek tahun 2026.
Pemandangan yang Tak Asing
Pemandangan PMKS yang memadati area vihara memang bukan hal baru saat perayaan keagamaan. Namun, kali ini, jumlahnya membludak hingga membuat petugas Satpol PP kewalahan. Mereka tak hanya berkerumun di depan vihara, tetapi juga memadati pinggir jalan, memperparah kemacetan lalu lintas.
Kasatpol PP Tamansari, Goodman Sidabutar, mengakui kesulitan yang dihadapi pihaknya. Sebanyak 50 personel diterjunkan untuk mengamankan area sekitar Vihara Dharma Bhakti dan Vihara Toa Se Bio, namun tetap saja, laju PMKS sulit dikendalikan. “Kita imbau supaya mereka tidak terlalu berkerumun sehingga tidak mengganggu kendaraan yang lewat,” ujarnya.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Peristiwa ini bukan sekadar masalah kemacetan atau gangguan lalu lintas. Ini adalah cermin dari kompleksitas masalah sosial di perkotaan. Di satu sisi, perayaan Imlek adalah momen berbagi kebahagiaan dan rezeki. Di sisi lain, ada mereka yang menggantungkan harapan pada angpau, mencari penghidupan di tengah hiruk pikuk perayaan.
Situasi ini mengingatkan kita pada pentingnya penanganan masalah sosial yang komprehensif. Bukan hanya sekadar penertiban, tetapi juga pemberdayaan, edukasi, dan penyediaan akses terhadap kebutuhan dasar bagi mereka yang membutuhkan.
Apa Artinya Bagi Anda?
Bagi Anda yang merayakan Imlek, peristiwa ini bisa menjadi pengingat untuk berbagi lebih banyak. Tidak hanya kepada keluarga dan teman, tetapi juga kepada mereka yang membutuhkan. Mungkin, sedikit rezeki yang Anda berikan bisa menjadi harapan bagi mereka.
Bagi kita semua, ini adalah panggilan untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Mari kita ciptakan perayaan yang tak hanya meriah, tetapi juga berkeadilan sosial.
Menjelang malam perayaan, petugas Satpol PP berupaya keras mengurai kerumunan dan mengurai kemacetan. Upaya ini akan terus dilakukan hingga perayaan Imlek usai. Semoga, tahun depan, kita bisa melihat perayaan Imlek yang lebih tertib dan lebih bermakna.