EventBogor.com – Kabar tak sedap menerpa dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Banyak sekolah yang kondisinya memprihatinkan, namun nasibnya masih belum jelas karena belum masuk dalam daftar prioritas perbaikan tahun 2026. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, angkat bicara mengenai dilema ini, menyoroti tantangan antara kebutuhan mendesak dan keterbatasan anggaran daerah.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan Anda adalah orang tua yang setiap hari mengantar anak ke sekolah. Senyum mereka menyambut pagi, namun di balik itu, ada kekhawatiran yang tak terucap. Gedung sekolah yang lapuk, atap bocor, dan fasilitas yang jauh dari kata layak. Itulah gambaran sebagian kondisi sekolah di Kabupaten Bogor saat ini. Pertanyaannya, sampai kapan anak-anak kita harus belajar dalam kondisi seperti ini? Ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi juga tentang kualitas pendidikan, masa depan anak-anak, dan citra daerah kita.
Sastra Winara mengakui bahwa perbaikan sekolah memang sangat dibutuhkan. Namun, ia menekankan bahwa anggaran daerah juga memiliki keterbatasan. Pemkab Bogor saat ini memfokuskan anggaran pada tiga program utama: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Sebuah pilihan sulit, bagaikan memilih antara memberi makan anak yang sakit atau memperbaiki rumah yang hampir roboh.
Tantangan Pemerataan Pendidikan
“Tentu untuk pendidikan hari ini memang mungkin belum bisa merata,” ujar Sastra. Kalimat ini menggambarkan realita yang tak bisa dipungkiri. Pemerataan kualitas pendidikan adalah mimpi bersama, tapi mewujudkannya butuh upaya dan komitmen yang berkelanjutan. Bukan hanya soal membangun gedung baru, tapi juga meningkatkan kualitas guru, menyediakan fasilitas yang memadai, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Lalu, bagaimana solusinya? Sastra menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah daerah harus bergandengan tangan dengan pemerintah provinsi dan pusat. Aspirasi dari berbagai pihak harus disatukan, sehingga masalah sekolah rusak ini dapat segera diatasi. Ibarat sebuah tim sepak bola, semua pemain harus bekerja sama untuk mencetak gol. Tanpa kerjasama, kemenangan hanyalah impian.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Perbaikan sekolah yang tertunda, pada akhirnya, akan berdampak pada kualitas pendidikan anak-anak kita. Sekolah yang tidak layak akan menghambat proses belajar mengajar, menurunkan motivasi belajar siswa, dan bahkan membahayakan keselamatan mereka. Dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang, mulai dari rendahnya kualitas sumber daya manusia hingga terhambatnya pembangunan daerah.
Namun, di sisi lain, keterbatasan anggaran juga harus dipahami. Perbaikan infrastruktur tidak boleh mengabaikan kebutuhan masyarakat lainnya. Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya juga penting untuk menunjang kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perbaikan sekolah harus dilakukan secara bertahap, dengan perencanaan yang matang, dan dengan mempertimbangkan prioritas kebutuhan.
Menuju Solusi Bersama
Kabar mengenai sekolah rusak di Bogor ini adalah pengingat bahwa pembangunan daerah adalah proses yang kompleks. Dibutuhkan komitmen, kerjasama, dan kebijakan yang tepat agar semua aspek kehidupan masyarakat dapat berjalan seiring. Semoga, masalah ini segera menemukan solusi terbaik, demi masa depan anak-anak kita dan kemajuan Kabupaten Bogor.
Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah perbaikan sekolah harus menjadi prioritas utama, ataukah ada hal lain yang lebih mendesak? Mari kita diskusikan.