EventBogor.com – Di tengah semangat Ramadhan 1447 Hijriah, atau tepatnya tahun 2026, segelintir pemuda di Bogor Barat menunjukkan aksi nyata kepedulian. Alih-alih hanya berpuasa, mereka turun langsung ke jalan, menambal lubang-lubang yang menganga di ruas Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg. Aksi ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan cerminan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan pengguna jalan yang sehari-hari berjuang melintasi jalur yang rusak parah.
Lubang Maut di Jalur Vital
Bayangkan Anda sedang terburu-buru, mungkin ingin segera berbuka puasa di rumah. Tiba-tiba, blam! ban kendaraan Anda terperosok ke dalam lubang jalan yang menganga. Atau lebih parah, Anda kehilangan kendali dan terjatuh. Itulah kenyataan pahit yang dihadapi pengendara di Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg. Kondisi jalan yang rusak parah, diperparah genangan air saat hujan, menjadi jebakan mematikan.
Kerusakan jalan bukan hanya soal ketidaknyamanan. Lebih dari itu, ia mengancam nyawa. Lubang-lubang besar, aspal mengelupas, dan genangan air menjadi mimpi buruk bagi pengendara motor maupun mobil. Dampaknya juga merembet pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Distribusi barang terhambat, perjalanan menjadi lebih lama, dan potensi kecelakaan semakin tinggi.
Ketika Pemerintah Belum Bertindak…
Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg adalah jalur strategis yang menjadi urat nadi perekonomian Bogor Barat. Sebagai jalan nasional, perbaikannya adalah tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN. Namun, penanganan yang lamban membuat masyarakat tak tinggal diam. Pemuda Bogor Barat, yang dimotori oleh Dery, Dede, dan Dindin, merasa terpanggil untuk bertindak.
Mereka menggunakan peralatan sederhana dan bahan seadanya untuk menambal lubang-lubang jalan. Aksi ini bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan respons darurat. Mereka hanya ingin memastikan keselamatan pengguna jalan, sembari mengingatkan pemerintah akan kewajibannya.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Mungkin Anda berpikir, “Ah, itu urusan pemerintah.” Tapi, kerusakan jalan punya dampak langsung pada kantong Anda. Ban bocor, kerusakan kaki-kaki kendaraan, bahkan potensi kecelakaan yang berujung pada biaya pengobatan. Belum lagi kerugian waktu dan potensi hilangnya rezeki akibat keterlambatan perjalanan.
Para pemuda Bogor Barat menyuarakan aspirasi yang sederhana: “Pajak yang dibayarkan masyarakat semestinya kembali dalam bentuk fasilitas publik yang layak.” Jalan yang mulus dan aman adalah hak setiap warga negara. Ini bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga soal keadilan dan tanggung jawab pemerintah.
Gerakan Sosial yang Menginspirasi
Aksi ini diprakarsai oleh Komunitas Pemuda Bogor Barat dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari KNPI, Karang Taruna, jurnalis lokal, hingga pegiat sosial dan lingkungan. Mereka semua bersatu dalam satu tujuan: menciptakan jalan yang aman dan nyaman bagi semua.
Momentum Ramadhan menjadi semakin bermakna dengan adanya aksi sosial ini. Di tengah kesibukan ibadah, mereka menyisihkan waktu dan tenaga untuk berbagi kebaikan. Mereka berharap, aksi ini dapat menjadi pengingat bagi pemerintah dan menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar.
Lantas, sampai kapan kita harus menunggu perbaikan jalan yang layak? Apakah kita akan terus membiarkan lubang-lubang maut mengancam keselamatan kita? Semoga aksi para pemuda Bogor Barat ini membuka mata dan hati, serta mendorong pemerintah untuk segera bertindak nyata. Sudah saatnya kita menuntut hak kita, jalan yang aman dan nyaman!