EventBogor.com – Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 2026, kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok selalu menghantui. Kabar baiknya, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) telah menyiapkan strategi jitu dengan menggandeng daerah-daerah produsen pangan. Tujuannya satu: memastikan pasokan tetap stabil dan harga terkendali bagi warga Jakarta.
Kenapa Ini Penting Sekarang?
Bayangkan Anda sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tiba-tiba, harga beras, telur, atau minyak goreng meroket! Kenaikan harga saat momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri bukan lagi hal baru. Kebutuhan pangan meningkat tajam seiring dengan tradisi mudik dan perayaan. Inilah mengapa langkah antisipasi Food Station menjadi krusial. Mereka tidak hanya duduk diam, tetapi bergerak aktif memastikan ketersediaan pangan bagi jutaan warga Jakarta.
Menjaga Pasokan: Strategi ‘Standby Buyer’ dan ‘On Farming’
Direktur Utama Food Station, Dodot Tri Widodo, menjelaskan bahwa strategi mereka berfokus pada dua pilar utama. Pertama, standby buyer, yaitu membeli gabah langsung dari daerah penghasil. Kedua, on farming, memberikan dukungan finansial kepada petani untuk menanam padi. Ini bukan hanya soal membeli, tapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan menjaga kestabilan harga di tingkat produsen.
Contoh Nyata: Dari Lampung Hingga Bali
Kerja sama Food Station tidak tanggung-tanggung. Mereka menjalin kemitraan dengan berbagai daerah penghasil beras, mulai dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Bali. Ibarat rantai makanan, Food Station memastikan setiap mata rantai berfungsi dengan baik, mulai dari petani hingga ke konsumen di Jakarta. Ini adalah upaya nyata untuk menghindari gejolak harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat.
Stok Beras: Lebih dari Cukup untuk Jakarta
Data yang ada menunjukkan bahwa Food Station memiliki stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Saat ini, stok beras mencapai 80.000 ton, sementara perkiraan kebutuhan rumah tangga untuk periode Februari-Maret mencapai 151.023 ton. Selain itu, mereka juga menyiapkan 18.000 ton beras khusus untuk kebutuhan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Dengan kebutuhan harian Jakarta sekitar 2.500 ton, pasokan ini seharusnya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Stabilitas harga pangan adalah kunci. Dengan adanya strategi Food Station, diharapkan gejolak harga bisa diminimalisir. Ini berarti Anda, sebagai konsumen, tidak perlu khawatir harga kebutuhan pokok melonjak tajam saat Ramadan dan Idulfitri. Anda bisa merencanakan anggaran belanja dengan lebih tenang. Tentu saja, fluktuasi harga tetap ada, tetapi dengan langkah antisipasi yang tepat, dampaknya bisa lebih terkendali.
Kesimpulan: Antisipasi dan Kesiapan
Langkah Food Station dalam mengamankan pasokan pangan patut diapresiasi. Kemitraan dengan daerah, strategi pembelian, dan ketersediaan stok yang memadai adalah kunci. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan cukup untuk menghadapi lonjakan permintaan yang tak terduga? Semoga saja, agar kita semua bisa merayakan Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman.