EventBogor.com – Kabar gembira bagi penggemar teknologi dan mereka yang penasaran dengan masa depan foldables! Di tengah persaingan sengit, Android 17 hadir dengan jurus baru, berpotensi mendongkrak pengalaman pengguna HP lipat yang selama ini masih terasa ‘setengah matang’. Peluncurannya pada minggu 22 Februari 2026 menjadi titik balik yang dinanti. Pertanyaannya, mampukah Android 17 benar-benar mengubah permainan?
Software: Kunci yang Terlupakan
Bayangkan Anda memiliki mobil sport mewah. Mesinnya bertenaga, desainnya memukau. Tapi, sistem operasinya kuno, navigasinya membingungkan. Itulah gambaran nasib HP lipat selama ini. Hardware memang terus berkembang pesat. Layar lipat canggih, chipset bertenaga, semua sudah ada. Namun, software-nya? Masih terasa ketinggalan zaman. Pengalaman pengguna (user experience) seringkali tak sebanding dengan harga yang harus dibayar.
Ambil contoh model bifolding seperti Samsung Galaxy Z Fold 7 atau Pixel 10 Pro Fold. Layar lebar yang seharusnya menjadi keunggulan, malah terasa mubazir. Fitur split screen yang sudah ada sejak lama, terasa statis dan kurang optimal. Aplikasi hanya melebar, tanpa memanfaatkan potensi layar besar untuk multitasking yang sesungguhnya.
Android 17: Sentuhan Perubahan yang Ditunggu
Nah, di sinilah Android 17 unjuk gigi. Google tampaknya menyadari betul masalah ini. Mereka tak tinggal diam. Salah satu fitur kunci yang ditawarkan adalah peningkatan desktop mode. Dulu, desktop mode lebih difokuskan untuk tablet atau saat terhubung ke monitor eksternal. Kini, fokusnya adalah memaksimalkan pengalaman di layar besar HP lipat.
Perubahan yang paling mencolok? Aplikasi berjalan dalam jendela bebas (floating window), ukuran aplikasi bisa diubah secara dinamis, dan hadirnya taskbar ala desktop. Navigasi multitasking pun menjadi lebih fleksibel. Bayangkan, Anda bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus, mengubah ukurannya sesuai kebutuhan, dan berpindah antar aplikasi dengan mudah. Ini jelas jauh berbeda dari split screen statis yang selama ini ada.
Apa Artinya Bagi Kantong Anda?
Perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Jika Android 17 berhasil diimplementasikan secara optimal, HP lipat seperti Pixel 10 Pro Fold atau Galaxy Z Fold 7 berpotensi menjadi ‘komputer mini’ dalam genggaman Anda. Produktivitas meningkat, hiburan lebih imersif. Singkatnya, HP lipat bisa menawarkan nilai lebih yang selama ini sulit didapatkan.
Namun, ada satu ‘tapi’ yang penting. Perubahan paling krusial bukan hanya pada fitur, melainkan pada kebijakan. Di Android 17, pengembang aplikasi diwajibkan mendukung ukuran layar yang dapat berubah (resizable), orientasi fleksibel, dan form factor besar seperti tablet dan HP lipat. Ini artinya, pengembang aplikasi harus bekerja keras untuk mengoptimalkan aplikasi mereka agar sesuai dengan standar baru.
Masa Depan di Ujung Jari?
Tentu saja, belum ada jaminan semuanya akan berjalan mulus. Tapi, langkah Google ini patut diapresiasi. Android 17 bukan hanya tentang fitur baru. Ini tentang komitmen untuk membuat pengalaman pengguna HP lipat lebih baik. Pertanyaannya, apakah para pengembang aplikasi akan menyambut tantangan ini? Akankah Android 17 menjadi ‘game changer’ yang mengubah nasib HP lipat? Kita tunggu saja.