EventBogor.com – Kabar tak sedap bagi para pecinta masakan rumahan. Kenaikan harga plastik yang menggila, imbas dari gejolak di Timur Tengah, memaksa para pedagang bumbu dapur di Kabupaten Lebak, Banten, memutar otak. Mereka harus berjuang keras agar tetap bisa berjualan dan tak merugi. Apa yang terjadi di balik layar dan bagaimana dampaknya bagi kita semua?
Kisah Pilu di Balik Tumpukan Bumbu Dapur
Bayangkan Anda baru saja selesai berbelanja kebutuhan dapur. Di tangan Anda ada kantong plastik berisi cabai merah segar, bawang putih wangi, dan tomat ranum. Namun, tahukah Anda, di balik senyum ramah pedagang, tersimpan cerita pilu tentang kenaikan harga plastik yang tak terkendali? Kondisi ini dialami langsung oleh para pedagang di Pasar Rangkasbitung, seperti Meti (46). Ia menceritakan bagaimana harga plastik yang melambung tinggi sejak akhir Maret 2026, memaksanya beradaptasi.
“Sebelumnya saya beli Rp45 ribu per pak, sekarang jadi Rp65 ribu. Naiknya langsung tinggi,” keluh Meti, saat ditemui beberapa waktu lalu. Kenaikan harga yang mencapai angka signifikan dalam waktu singkat ini, tentu saja menjadi pukulan telak bagi pedagang kecil seperti dirinya. Plastik, yang selama ini menjadi kebutuhan vital untuk membungkus dagangan, kini terasa begitu mahal.