Eventbogor.com – Ribuan calon jemaah haji dari Indonesia mulai bersiap untuk menunaikan rukun Islam kelima di tahun 2026, dengan keberangkatan yang direncanakan bertahap sejak April mendatang.
Bagi mereka yang akan berangkat, mengetahui bacaan niat ihram haji bukan sekadar formalitas, tapi bagian penting yang menentukan sahnya ibadah.
Ibadah haji memang hanya wajib bagi yang mampu, baik dari segi fisik maupun finansial, tapi tanpa niat yang benar, semua persiapan itu bisa jadi tak bernilai di hadapan Allah.
Salah satu langkah awal yang harus dilakukan saat memasuki miqat adalah membaca niat ihram, yang menandai dimulainya rangkaian ibadah haji secara syar’i.
Menurut informasi dari situs resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), bacaan niat ihram haji yang dianjurkan adalah: نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ.
Dalam pelafalan bahasa Arab Indonesia, kalimat itu dibaca: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahuma hajjan.
Secara makna, kalimat tersebut berarti: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah SWT. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berhaji.”
Saat mengucapkan niat ini, jemaah secara otomatis memasuki keadaan ihram, yang membawa serta sejumlah larangan dan kewajiban yang harus dijaga selama prosesi haji.
Beberapa aturan ihram yang harus ditaati antara lain larangan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki, dilarang berburu, dan tidak boleh melakukan aktivitas yang memicu nafsu, termasuk bersenggama.
Waktu membaca niat ini sangat spesifik, yaitu ketika jemaah memasuki batas miqat, baik secara geografis maupun waktu, tergantung dari rute kedatangan mereka ke Tanah Suci.