Eventbogor.com - Rabu, 3 September 2025, Gedung DPR/MPR RI di Jakarta ramai banget karena Aliansi Perempuan Indonesia (API) menggelar unjuk rasa damai. Aksi ini muncul sebagai lanjutan gelombang protes nasional sejak akhir Agustus, setelah insiden tragis seorang pengemudi ojek online tewas akibat ditabrak kendaraan polisi. Banyak orang akhirnya terdorong untuk angkat suara menentang kekerasan aparat dan ketimpangan sosial.
Ratusan perempuan yang ikut aksi tampil kece dengan pakaian berwarna pink dan hitam, simbol keberanian sekaligus duka. Mereka juga membawa sapu lidi sebagai simbol “membersihkan” negara dari praktik korupsi dan kebijakan yang dianggap represif. Poster-poster yang dibawa pun nyentrik, ada yang bertulis “Protes adalah Hak” dan kritik soal penggunaan dana publik untuk kepentingan elit.
Dalam aksi ini, API menyampaikan enam tuntutan utama:
Yang bikin keren, aksi ini juga inklusif banget. Ada juru bahasa isyarat di atas mobil komando, jadi penyandang disabilitas bisa ikut menyampaikan aspirasi mereka. Ini bikin aksi API nggak cuma ramai, tapi juga ramah semua kalangan.
Aksi API juga jadi sorotan internasional. Reuters bahkan meliput aksi ini, menyoroti simbol sapu lidi sebagai cara untuk “menyapu” korupsi dan represivitas aparat. Protes ini jadi cerminan ketidakpuasan publik terhadap ketimpangan sosial dan kebijakan pemerintah yang dianggap nggak berpihak pada rakyat.
Demo API di DPR bukan cuma soal protes, tapi juga simbol perlawanan kreatif dan inklusif. Dari pakaian pink sampai sapu lidi, semua punya makna. Ini jadi bukti kalau perempuan Indonesia siap bersuara untuk keadilan dan hak-hak rakyat.