Eventbogor.com - Pemerintah lewat Komdigi lagi ngegali ide baru: scan wajah atau sidik jari buat syarat aktivasi akun media sosial. Katanya sih biar lebih aman, akun palsu bisa ditekan, dan penyebar hoaks gampang dilacak. Tapi tenang, ini masih tahap kajian, belum aturan resmi kok.
Kalau beneran jalan, kemungkinan kamu harus verifikasi biometrik waktu bikin akun atau pakai fitur tertentu. Buat sebagian orang mungkin oke, tapi buat yang peduli privasi, ini bisa bikin was-was.
Kelebihan:
Kekurangan:
Data biometrik termasuk data sensitif menurut UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Artinya, kalau pemerintah atau platform mau ngumpulin data kayak gini, harus ada aturan jelas, tujuan yang masuk akal, enkripsi kuat, dan hak pengguna tetap dilindungi.
Ini soal hak digital kamu. Data biometrik beda sama email atau password—kalau bocor, akibatnya bisa panjang banget. Makanya penting buat kritis, baca draf kebijakan kalau udah rilis, dan ikut bersuara lewat komunitas atau forum publik.
Wacana scan wajah & sidik jari ini punya dua sisi: bisa bikin internet lebih aman, tapi juga beresiko buat privasi. Jadi, tetap waspada, perkuat keamanan akun kamu sekarang, dan jangan ragu buat bersuara kalau aturan ini beneran mau diberlakukan.