Eventbogor AMP
News

Komdigi Kaji Scan Wajah & Sidik Jari untuk Aktivasi Medsos

Oleh Haidar Ali Asgari

Kenapa muncul wacana ini?

Eventbogor.com - Pemerintah lewat Komdigi lagi ngegali ide baru: scan wajah atau sidik jari buat syarat aktivasi akun media sosial. Katanya sih biar lebih aman, akun palsu bisa ditekan, dan penyebar hoaks gampang dilacak. Tapi tenang, ini masih tahap kajian, belum aturan resmi kok.

Dampaknya buat pengguna

Kalau beneran jalan, kemungkinan kamu harus verifikasi biometrik waktu bikin akun atau pakai fitur tertentu. Buat sebagian orang mungkin oke, tapi buat yang peduli privasi, ini bisa bikin was-was.

Pro dan kontra

Kelebihan:

Kekurangan:

Aspek hukum: UU PDP jadi kunci

Data biometrik termasuk data sensitif menurut UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Artinya, kalau pemerintah atau platform mau ngumpulin data kayak gini, harus ada aturan jelas, tujuan yang masuk akal, enkripsi kuat, dan hak pengguna tetap dilindungi.

Hal teknis yang masih jadi pertanyaan

Tips biar akun tetap aman

Kenapa kamu harus peduli?

Ini soal hak digital kamu. Data biometrik beda sama email atau password—kalau bocor, akibatnya bisa panjang banget. Makanya penting buat kritis, baca draf kebijakan kalau udah rilis, dan ikut bersuara lewat komunitas atau forum publik.

Kesimpulan

Wacana scan wajah & sidik jari ini punya dua sisi: bisa bikin internet lebih aman, tapi juga beresiko buat privasi. Jadi, tetap waspada, perkuat keamanan akun kamu sekarang, dan jangan ragu buat bersuara kalau aturan ini beneran mau diberlakukan.

hoaks medsos keamanan digital keamanan online kebijakan pemerintah Komdigi aktivasi akun media sosial akun fake perlindungan data pribadi privasi data regulasi media sosial scan wajah sidik jari teknologi biometrik UU PDP verifikasi biometrik