Eventbogor.com - Beberapa SPBU swasta, termasuk Shell, lagi menghadapi kelangkaan bensin. Produk seperti Shell Super dan V-Power sempat kosong di sejumlah titik. Akibatnya, jam operasional dipangkas, jumlah hari kerja dikurangi, dan sebagian karyawan dirumahkan sementara. Perlu dicatat, ini bukan PHK permanen.
Kelangkaan bensin udah berlangsung sejak Agustus. Layanan lain seperti solar, pelumas, dan toko masih beroperasi, tapi tergantung stok tiap SPBU. Karena pasokan bensin terbatas, manajemen Shell harus melakukan penyesuaian supaya operasional tetap jalan, meskipun nggak full seperti biasanya.
Kebijakan “dirumahkan” bikin pekerja kehilangan jam kerja bahkan penghasilan. Walau statusnya belum PHK, tetap aja kondisi ini berat buat karyawan yang mengandalkan gaji harian atau mingguan.
Masalah utamanya ada di kuota impor dan distribusi BBM. SPBU swasta kayak Shell belum dapat pasokan tambahan yang cukup, jadi stok bensin di beberapa daerah kosong. Pemerintah sempat menyarankan SPBU swasta beli dari Pertamina biar tetap ada suplai.
Kelangkaan BBM nggak cuma soal antrean panjang. Ini berhubungan langsung dengan ekonomi masyarakat, pendapatan pekerja, dan aktivitas harian. Meski karyawan Shell baru dirumahkan sementara, kondisi ini perlu dipantau biar nggak berlanjut jadi PHK massal atau gangguan layanan lebih luas.
Krisis BBM di SPBU swasta jadi pengingat betapa pentingnya rantai pasok energi. Pemerintah dan operator harus gerak cepat supaya pasokan normal lagi. Buat masyarakat, yang paling penting sekarang adalah tetap update info, atur penggunaan BBM, dan siapkan opsi cadangan untuk aktivitas sehari-hari.