- Gaji pokok — relatif kecil dibanding total (jutaan saja).
- Tunjangan jabatan & tunjangan melekat — masih ada dan menyumbang sebagian besar.
- Tunjangan konstitusional / honorarium fungsi — seperti biaya komunikasi, honor legislasi/pengawasan, ini juga cukup besar.
- Tunjangan perumahan — sebelumnya sekitar Rp50 juta/bulan, dan itulah yang dihapus.
Contoh angka (agar lebih konkret)
Untuk memberi gambaran: bila dijumlahkan komponen-komponen seperti gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi, honorarium fungsi, dan setelah dipotong pajak, total take-home yang sering dikutip ada di kisaran Rp65,6 juta per bulan. Jadi meski ada pemangkasan satu tunjangan besar, paket tunjangan lain masih membuat totalnya tetap di level puluhan juta.
Apa dampaknya ke publik dan ke DPR?
Ke publik: keputusan ini kerap dipandang sebagai langkah responsif soal pengelolaan uang negara — publik berharap lebih banyak transparansi dan penghematan anggaran.
Ke DPR dan legislatif: beberapa pihak berargumen penghapusan tunjangan perumahan saja belum cukup karena masih ada tunjangan lain yang relatif besar; sementara ada juga yang bilang langkah ini sudah sebagai sinyal perubahan.
Catatan penting yang perlu diingat
– Angka Rp65,6 juta adalah perkiraan take-home yang sering dirujuk di pemberitaan; komponen rinci bisa berbeda per individu dan bisa berubah lagi bila kebijakan dikaji ulang.
- berita dpr hari ini
- berita politik indonesia
- gaji anggota dewan 2025
- gaji anggota dpr terbaru
- gaji dpr 2025
- gaji dpr jadi 65 juta
- gaji pejabat negara
- info politik terbaru
- kebijakan dpr terbaru
- penghapusan tunjangan dpr
- rincian gaji dpr
- tunjangan dpr terbaru
- tunjangan perumahan dpr dihapus
- update gaji dpr
- update gaji pejabat