- Data biometrik itu super sensitif. Kalau bocor, nggak bisa diganti kayak password.
- Resiko penyalahgunaan data kalau aturan proteksinya lemah.
- Belum semua orang punya perangkat dengan fitur biometrik.
Aspek hukum: UU PDP jadi kunci
Data biometrik termasuk data sensitif menurut UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Artinya, kalau pemerintah atau platform mau ngumpulin data kayak gini, harus ada aturan jelas, tujuan yang masuk akal, enkripsi kuat, dan hak pengguna tetap dilindungi.
Hal teknis yang masih jadi pertanyaan
- Apakah scan dilakukan lokal di HP atau dikirim ke server pusat?
- Seberapa lama data disimpan dan siapa yang bisa akses?
- Ada opsi lain nggak buat yang nggak bisa atau nggak mau kasih biometrik?
Tips biar akun tetap aman
- Aktifkan 2FA di akun medsos kamu.
- Gunakan password manager biar nggak pakai password yang sama di semua akun.
- Cek izin aplikasi pihak ketiga di HP kamu.
- Ikuti update resmi dari Komdigi biar nggak ketinggalan info.
Kenapa kamu harus peduli?
Ini soal hak digital kamu. Data biometrik beda sama email atau password—kalau bocor, akibatnya bisa panjang banget. Makanya penting buat kritis, baca draf kebijakan kalau udah rilis, dan ikut bersuara lewat komunitas atau forum publik.
Kesimpulan
Wacana scan wajah & sidik jari ini punya dua sisi: bisa bikin internet lebih aman, tapi juga beresiko buat privasi. Jadi, tetap waspada, perkuat keamanan akun kamu sekarang, dan jangan ragu buat bersuara kalau aturan ini beneran mau diberlakukan.