- Pendidikan: Minim guru dan materi dalam bahasa isyarat.
- Layanan publik: Banyak layanan kesehatan, acara resmi, atau informasi darurat belum menyediakan juru bahasa isyarat.
- Pengakuan hukum: Tidak semua negara mengakui bahasa isyarat secara resmi.
- Teknologi: Riset dan pengembangan sistem terjemahan bahasa isyarat masih terbatas.
Apa yang Bisa Kita Lakuin?
Kamu juga bisa ikut dukung gerakan ini lewat hal-hal kecil, misalnya:
- Belajar sapaan dasar bahasa isyarat, kayak “halo” atau “terima kasih”.
- Dukung acara yang menyediakan juru bahasa isyarat atau subtitle.
- Ikut kampanye yang memperjuangkan akses bahasa isyarat di sekolah atau layanan publik.
- Follow akun komunitas Tuli buat belajar lebih banyak dan tunjukin dukungan.
Kesimpulan
Hari Bahasa Isyarat Internasional bukan cuma sekadar tanggal di kalender. Ini simbol perjuangan agar semua orang bisa berkomunikasi tanpa batas. Jadi, yuk sama-sama bikin 23 September jadi hari yang benar-benar berarti, bukan hanya di dunia maya, tapi juga di kehidupan nyata.