Eventbogor.com – Kamu nggak sendirian kalau kadang ngerasa kurang, minder, atau gampang kepikiran omongan orang. Yang penting: insecure itu bisa dikurangi — bukan harus musnah total. Di bawah ini ada kumpulan mindset simpel dan praktis yang bisa kamu pake sehari-hari biar kepala lebih rileks dan percaya diri makin naik pelan-pelan.
Kenapa sih kita sering insecure?
Sederhana: karena otak kita kebiasaan bandingin. Media sosial, standar orang lain, dan ekspektasi (dari diri sendiri atau lingkungan) bikin kita fokus ke kekurangan. Padahal 90% waktu perbandingan itu nggak realistis — kita cuma lihat highlight reel, bukan proses di balik layar.
1. Fokus ke progress, bukan ke finish line
Daripada kepoin hidup orang lain tiap scroll, mending tanya: “sebulan lalu aku di mana, sekarang udah di mana?” Progress kecil itu valid — misal: bisa konsisten 3 hari olahraga, selesai 1 artikel, atau berani ngomong di depan 1 orang baru. Hitung itu sebagai kemenangan.
2. Ubah “gagal = buruk” jadi “gagal = data”
Kalau sesuatu nggak berjalan sesuai rencana, jangan langsung label “aku gagal”. Anggap itu sebagai data: ada yang nggak cocok, kita ubah strategi. Mindset ini bikin kamu lebih berani coba hal baru karena rasa takut dikurangi sama rasa ingin tahu.
3. Kurangi validasi eksternal
Nggak semua approval itu worth it. Latihan sederhana: sebelum minta pendapat, tanyain diri sendiri dulu — “apa aku butuh saran ini supaya move on, atau cuma pengen didengerin?” Belajar nyaman dengan self-approval itu empowering.
4. Ingat: semua orang juga insecure
Orang yang keliatan pede juga punya hari buruk, ragu, dan overthink. Menyadari ini bikin standar kita lebih realistis dan ngeredam rasa minder karena mikir “dia selalu oke” — padahal enggak.
5. Batasi comparisons — atur “jam sosial media”
Kurangi waktu scroll tanpa tujuan. Coba aturan sederhana: 30 menit sehari atau disable notifikasi buat apps yang sering bikin overthink. Kalau butuh referensi, follow akun yang menginspirasi bukan yang bikin minder.
6. Latih self-talk yang nyata
Ganti kalimat “aku nggak cukup” jadi “aku sedang belajar, dan itu oke.” Self-talk bukan mantra kosong — ini cara otak belajar ngasih interpretasi yang lebih baik ke kejadian sehari-hari.
7. Syukuri 3 hal kecil tiap hari
Sebelum tidur, tulis 3 hal yang bikin hari kamu lumayan: kopi enak, chat temen yang lucu, atau tugas yang kelar. Kebiasaan kecil ini nge-reset fokus otak dari kekurangan ke hal yang berjalan baik.
8. Action beats overthinking
Mikir terus nggak selalu bantu. Kadang cukup mulai — sekecil apapun. Action ngasih feedback nyata, sedangkan overthinking cuma bikin stuck. Gerak 10 menit hari ini, lebih berguna daripada ngerencanain 10 jam.