Eventbogor.com – Pernah ngerasa nggak pas kalau disebut introvert atau ekstrovert? Nah, mungkin lo lebih cocok sama istilah otrovert. Istilah ini lagi rame karena ngegambarin orang yang punya gaya sosialisasi unik—nggak bisa dimasukin ke dua kategori klasik tadi. Artikel ini bakal jelasin apa itu otrovert, ciri-cirinya, sampai gimana cara lo nyaman dengan identitas ini.
Apa Itu Otrovert?
Otrovert berasal dari kata Spanyol otro yang berarti “lain”. Jadi secara harfiah, otrovert bisa dimaknai sebagai “arah yang berbeda”. Orang dengan tipe ini biasanya nggak cocok dibilang introvert atau ekstrovert, karena mereka punya aturan main sendiri dalam bersosialisasi. Kadang bisa banget aktif di lingkaran sosial, tapi juga nyaman banget kalau harus jalan sendiri.
Ciri-Ciri Orang Otrovert
Nggak ada checklist mutlak, tapi kebanyakan otrovert punya beberapa tanda kayak gini:
- Sosialisasi selektif: Cuma dateng ke acara atau tongkrongan yang dianggap penting.
- Suka obrolan bermakna: Lebih milih ngobrol dalem ketimbang basa-basi kosong.
- Kreatif & mandiri: Seneng mikir out of the box tanpa harus nunggu validasi orang lain.
- Ngerasa beda dari kelompok: Bisa ikut rame-rame, tapi tetap merasa agak terpisah.
- Autentik: Nggak terlalu peduli sama penilaian orang, lebih penting jadi diri sendiri.
Bedanya Otrovert Sama Tipe Lain
- Introvert: Energi dapet dari waktu sendiri, rame-rame bikin capek.
- Ekstrovert: Energi dapet dari interaksi sosial, makin rame makin semangat.
- Ambivert: Seimbang—bisa rame, bisa sendiri, tergantung situasi.
- Otrovert: Punya jalannya sendiri, nggak sekadar gabungan dua sisi. Lebih pilih kualitas interaksi ketimbang kuantitas.
Kenapa Istilah Ini Penting?
Otrovert hadir sebagai opsi buat orang-orang yang ngerasa nggak cocok sama label lama. Dengan adanya istilah ini, banyak yang akhirnya lebih gampang ngejelasin diri mereka. Tapi perlu diingat, otrovert masih lebih sering dibahas di media populer, belum resmi masuk dunia psikologi akademis.
Tips Buat Lo yang Ngerasa Otrovert
- Bikin batasan sosial: Dateng ke acara yang lo mau aja, jangan maksa kalau capek.
- Pilih circle yang nyambung: Cari temen yang bisa ngobrol serius, bukan cuma basa-basi.
- Luangin waktu buat diri sendiri: Recharge energi biar tetap balance.
- Komunikasi jujur: Bilang ke orang lain soal kebutuhan lo—mereka biasanya paham.
- Ingat, label itu fleksibel: Lo bebas berubah, nggak usah terjebak sama istilah.
Kapan Harus Waspada?
Kalau lo ngerasa terlalu terasing, kesepian, atau bahkan sampai ngalamin kecemasan dan depresi, jangan ragu buat cari bantuan profesional. Istilah kayak otrovert bisa membantu lo ngerti diri sendiri, tapi nggak bisa gantiin peran konseling atau terapi kalau udah menyangkut mental health serius.
Kesimpulan
Otrovert adalah istilah baru buat mereka yang nggak masuk kotak introvert atau ekstrovert. Tipe ini lebih milih jalannya sendiri, fokus sama interaksi yang berkualitas, dan nyaman jadi diri sendiri. Jadi, kalau lo ngerasa relate, nggak masalah pakai label ini. Tapi jangan lupa, label hanyalah alat bantu—yang paling penting adalah kenal diri sendiri dan jaga kesehatan mental lo.