Eventbogor.com – Kabar terbaru: Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria berinisial WFT (22) asal Sulawesi Utara. Ia diduga terlibat dalam kasus peretasan dan kebocoran data hingga 4,9 juta nasabah bank. Meski begitu, polisi belum memastikan apakah WFT benar-benar sosok utama di balik nama “Bjorka” yang sudah viral sejak 2022.
Apa yang Terjadi?
Pada akhir September 2025, WFT ditangkap di Minahasa, Sulawesi Utara. Polisi menyita barang bukti berupa ponsel, tablet, flash drive, hingga SIM card. Semua perangkat tersebut diduga dipakai untuk mengakses dan menjual data ilegal. Saat ini, WFT dikenakan pasal dalam UU ITE dengan ancaman hukuman hingga belasan tahun penjara.
Kronologi Singkat
- 2022: Nama “Bjorka” mulai dikenal luas setelah beberapa kali membocorkan data pemerintah dan perusahaan di internet.
- 23 September 2025: Polisi menangkap WFT di Sulawesi Utara.
- Awal Oktober 2025: Polda Metro Jaya mengumumkan penangkapan tersebut ke publik.
- Barang bukti: Perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, flash drive, dan SIM card disita untuk diperiksa.
- Status terbaru: Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan keterlibatan WFT dalam kasus kebocoran data yang dikaitkan dengan “Bjorka”.
Apa yang Masih Jadi Pertanyaan?
Meski ada penangkapan, identitas asli Bjorka masih menjadi misteri. Polisi belum berani menyatakan bahwa WFT adalah sosok yang mengendalikan akun Bjorka selama ini. Ada kemungkinan akun itu dijalankan lebih dari satu orang, atau bahkan ada jaringan lain yang ikut terlibat. Inilah kenapa kasus ini masih terus didalami lewat pemeriksaan digital forensik.
Dampak Kebocoran Data
Kebocoran data dalam jumlah besar bisa membawa risiko serius. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang aktif bertransaksi online. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:
- Peningkatan percobaan penipuan lewat SMS, telepon, atau aplikasi pesan.
- Penyalahgunaan data pribadi untuk membuka pinjaman online atau transaksi ilegal.
- Akun media sosial atau perbankan diretas karena password yang bocor.
Cara Melindungi Data Pribadi
Supaya lebih aman, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan setiap orang:
- Aktifkan two-factor authentication (2FA) di akun penting seperti email, bank, atau media sosial.
- Jangan pakai password yang sama untuk semua akun. Gunakan kombinasi unik atau password manager.
- Waspada dengan link mencurigakan yang masuk lewat email, SMS, atau WhatsApp.
- Jangan pernah membagikan kode OTP ke siapa pun, bahkan kalau mengaku dari bank.
- Pantau aktivitas keuangan secara berkala agar cepat tahu kalau ada transaksi mencurigakan.
Langkah Hukum dan Investigasi
Saat ini penyidik masih mengusut bukti digital, menelusuri alur penjualan data, serta mencari tahu siapa saja yang terlibat. Proses ini membutuhkan waktu karena harus melalui verifikasi forensik digital. Jika terbukti bersalah, pelaku dapat dijerat hukuman berat sesuai UU ITE dan undang-undang lain yang berlaku.
Kesimpulan
Penangkapan WFT menjadi langkah penting dalam upaya membongkar kasus yang selama ini dikaitkan dengan nama besar “Bjorka”. Namun, ini belum menutup seluruh misteri di balik kebocoran data yang meresahkan sejak 2022. Sambil menunggu hasil penyidikan, masyarakat tetap perlu menjaga keamanan data pribadi, waspada terhadap potensi penipuan, dan selalu cek informasi dari sumber resmi. Di era digital sekarang, melindungi data pribadi sudah jadi kebutuhan utama, bukan pilihan.