Eventbogor.com – Sebelum interview, banyak orang ngerasa gugup: keringet dingin, tangan gemetaran, atau kepala kosong. Tenang, itu reaksi normal. Gugup artinya otak dan badan kamu lagi siaga menghadapi situasi penting. Bedanya, orang yang siap bisa ngubah rasa gugup jadi energi positif dan bikin mereka kelihatan lebih antusias. Nah, biar nggak cuma teori, yuk bahas langkah-langkah praktis biar kamu lebih pede saat interview kerja.
1. Persiapan Itu Kunci, Jangan Cuma Ngafalin
Banyak yang salah kaprah: belajar interview itu cuma ngafalin jawaban. Padahal, pewawancara lebih suka jawaban natural tapi terstruktur. Jadi, lakukan riset kecil tentang perusahaan—visi, produk, budaya kerja, bahkan kompetitor. Terus, siapkan jawaban buat pertanyaan standar kayak: “Ceritain tentang diri kamu”, “Kenapa mau kerja di sini?”, atau “Kelebihan & kekurangan kamu apa?”. Kalau bisa, kasih contoh nyata dengan data. Misalnya: “Selama magang, saya bikin konten yang ningkatin engagement Instagram sampai 30% dalam dua bulan.”
2. Latihan Biar Lancar, Tapi Jangan Terlalu Kaku
Coba latihan ngomong di depan kaca, atau rekam diri pakai HP. Kalau punya teman, minta mereka jadi interviewer bohongan. Ini bikin kamu terbiasa denger suara sendiri dan nyusun kata lebih rapi. Ingat, tujuan latihan bukan biar hafal kalimat per kata, tapi biar flow ngomong kamu enak dan percaya diri.
3. Kuasai Teknik Pernapasan
Deg-degan itu biasanya bikin napas pendek-pendek. Coba teknik simpel: tarik napas 4 detik, tahan 3 detik, hembuskan 6 detik. Ulangi 3–4 kali sebelum interview dimulai. Hasilnya, detak jantung lebih stabil, kepala jadi lebih fresh, dan rasa gugup berkurang drastis.
4. Bahasa Tubuh Itu Penting Banget
- Duduk tegak dengan bahu rileks, jangan membungkuk.
- Lakukan kontak mata secukupnya—nggak usah terlalu lama, tapi jangan juga terus menunduk.
- Gunakan gestur tangan seperlunya buat menekankan poin.
- Senyum tipis di awal dan akhir percakapan, biar suasana cair.
Ingat, pewawancara nggak cuma denger jawaban kamu, tapi juga ngeliat cara kamu membawakan diri.
5. Datang Lebih Awal & Tampil Maksimal
Kalau interview offline, usahain datang 10–15 menit lebih awal. Kalau online, cek jaringan internet, mic, dan kamera minimal 30 menit sebelumnya. Penampilan juga nggak kalah penting. Nggak harus formal banget, sesuaikan aja sama budaya perusahaan. Startup biasanya lebih santai, tapi corporate lebih suka yang rapi dan formal. Kalau kamu merasa pede dengan penampilanmu, otomatis aura percaya diri bakal keluar.
6. Ubah Mindset: Interview Itu Dua Arah
Banyak orang mikir interview itu kayak ujian, padahal sebenarnya itu obrolan dua arah. Mereka pengen tau kamu cocok atau nggak, tapi kamu juga berhak tau apakah perusahaan itu cocok buatmu. Jadi, jangan cuma jawab pertanyaan—siapin juga pertanyaan balik. Misalnya: “Apa aja target utama tim ini dalam 6 bulan ke depan?” atau “Gimana budaya kerja di perusahaan ini?”. Ini bikin kamu keliatan kritis dan serius.
7. Gunakan Cerita yang Kuat
Cerita gampang diingat, beda sama daftar prestasi yang kaku. Gunakan format STAR (Situation, Task, Action, Result). Contoh: “Waktu kuliah, saya diminta jadi ketua event. Awalnya sponsor susah didapat (situation), saya bikin strategi presentasi baru (action), akhirnya berhasil dapetin 3 sponsor tambahan (result).” Cerita kayak gini bikin jawabanmu lebih hidup dan berkesan.
8. Trik Cepat Kalau Masih Grogi
- Minum air putih biar tenggorokan nggak kering.
- Senyum kecil sebelum masuk ruangan—otak bakal langsung nangkep sinyal positif.
- Bayangin interview berjalan lancar, ini bikin pikiran lebih tenang.
Bonus: Script Pembuka yang Bisa Dipakai
“Terima kasih sudah ngasih kesempatan. Nama saya [Nama], saya punya pengalaman [x tahun] di bidang [bidang]. Saya tertarik dengan posisi ini karena [alasan], dan saya yakin bisa berkontribusi khususnya di [bidang/skill spesifik].”
Checklist Sebelum Interview
- CV & portofolio terbaru siap.
- 3 cerita STAR udah dipikirin.
- Pertanyaan balik 3–5 udah siap.
- Pakaian sesuai budaya perusahaan.
- Latihan napas + relaksasi kecil.
Penutup: Practice Makes Confidence
Rasa gugup itu normal, tapi dengan persiapan yang pas, kamu bisa ngubah itu jadi kepercayaan diri. Ingat, interview bukan sekadar mereka yang nilai kamu, tapi juga kamu yang nilai perusahaan. Jadi, santai aja, tampil maksimal, dan jadilah diri sendiri. Semakin sering latihan, semakin gampang buat kamu menghadapi interview berikutnya. Semangat, kamu pasti bisa!
- bahasa tubuh saat interview
- cara agar tidak gugup saat interview
- cara menghadapi wawancara kerja
- interview kerja tanpa gugup
- interview untuk anak muda
- latihan interview kerja
- mengatasi grogi interview
- percaya diri saat interview
- persiapan wawancara kerja
- STAR method interview
- tips fresh graduate interview
- tips interview kerja
- tips persiapan kerja
- tips sukses interview
- trik interview kerja