Home Lifestyle Kenapa Bogor Disebut Kota Seribu Angkot? Ini Ceritanya
Lifestyle

Kenapa Bogor Disebut Kota Seribu Angkot? Ini Ceritanya

Share
Puluhan angkutan Kota (angkot) Kota Bogor disita Satlantas Polresta Bogor Kota hasil dari operasi selama seminggu karena tidak melengkapi surat-surat dan masa uji kir habis di Polresta Bogor Kota, Jalan Kedung Halang, Kota Bogor, Jumat (17/02). FADLI/METROPOLITAN/JPG
Share

Eventbogor.com – Buat kamu yang pernah main atau tinggal di Bogor, pasti udah nggak asing lagi sama pemandangan deretan angkot hijau yang hilir mudik hampir di setiap sudut kota. Jumlahnya banyak banget, sampai-sampai Bogor dijuluki “Kota Seribu Angkot.” Tapi ternyata, sebutan itu bukan sekadar julukan — ada cerita panjang di baliknya.

Awal Mula Julukan “Kota Seribu Angkot”

Julukan ini muncul karena sejak dulu, angkutan kota (angkot) jadi transportasi utama bagi warga Bogor. Data dari Dinas Perhubungan menunjukkan, pada masa jayanya, jumlah angkot di Kota Bogor bisa mencapai lebih dari 3.500 unit yang beroperasi setiap hari. Jumlah itu belum termasuk yang datang dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Bogor, Ciawi, dan Dramaga.

Bayangin aja, di jalan yang lebarnya nggak seberapa, bisa berjejer puluhan angkot dengan kode trayek berbeda. Dari 01, 02, 03, sampai 32 — masing-masing punya rute dan warna khas yang bikin warga hafal luar kepala. Bagi orang Bogor, tau arah tujuan lewat kode angkot itu udah kayak kemampuan dasar sehari-hari.

Angkot, Jantung Transportasi Kota Hujan

Sebelum ada ojek online dan bus modern seperti sekarang, angkot adalah urat nadi transportasi bagi warga Bogor. Dari anak sekolah, mahasiswa, ibu-ibu pasar, sampai pegawai kantor — semua mengandalkan angkot buat ke mana-mana. Dengan ongkos yang terjangkau dan rute yang menjangkau hampir seluruh pelosok kota, angkot jadi pilihan paling masuk akal di masa itu.

BACA JUGA :  Geger! Rekor Baru Pecah di Oscar 2026: Film Ini Bikin Sejarah!

Selain fungsinya sebagai alat transportasi, angkot juga punya sisi sosial tersendiri. Banyak cerita lucu dan kenangan yang lahir dari dalam mobil kecil itu — dari sopir yang suka nyetel dangdut keras-keras, sampai momen awkward duduk berhadapan sama orang asing pas jalanan macet. Di situasi kayak gitu, angkot bukan cuma kendaraan, tapi juga ruang interaksi warga kota.

Masalah yang Muncul dan Upaya Pembenahan

Seiring waktu, jumlah angkot yang terus bertambah justru jadi masalah baru. Jalanan makin padat, kemacetan di titik-titik seperti Tugu Kujang, Pajajaran, dan Baranangsiang nggak bisa dihindari. Banyak angkot ngetem terlalu lama, saling berebut penumpang, bahkan berhenti sembarangan. Akhirnya, Pemkot Bogor mulai cari solusi biar sistem transportasi lebih tertata.

Salah satunya lewat program “Buy The Service (BTS)” dan konversi angkot ke angkot modern yang lebih nyaman dan terintegrasi. Beberapa angkot juga udah dilengkapi sistem pembayaran digital dan GPS biar bisa dipantau secara real time. Tujuannya jelas — biar transportasi di Bogor makin efisien dan nggak semrawut kayak dulu.

Angkot, Identitas yang Sulit Dilepaskan

Meskipun era transportasi makin maju, angkot hijau tetap punya tempat spesial di hati warga. Suara klaksonnya, panggilan khas sopir “Empang, Empang… satu lagi nih!”, sampai posisi duduk saling berhadapan yang bikin suasana akrab — semuanya udah jadi bagian dari identitas Bogor itu sendiri.

BACA JUGA :  Cara Ngatur Stres Biar Nggak Meledak di Tengah Aktivitas Padat

Banyak wisatawan yang justru penasaran pengin nyobain sensasi naik angkot di Bogor. Buat mereka, ini pengalaman unik dan autentik yang nggak bisa ditemuin di kota lain. Dari situ, kita bisa lihat kalau keberadaan angkot bukan cuma soal transportasi, tapi juga bagian dari budaya dan karakter Kota Hujan yang hidup.

Kesimpulan

Julukan Kota Seribu Angkot lahir bukan tanpa alasan. Ia jadi simbol dari dinamika kota yang padat, hidup, dan selalu bergerak. Walau perlahan berubah ke arah modern, cerita tentang angkot tetap jadi bagian penting dari sejarah Bogor. Entah nanti semuanya diganti transportasi digital atau terintegrasi penuh, satu hal yang pasti — angkot hijau akan selalu jadi ikon yang melekat di hati warga Bogor dan siapa pun yang pernah menjelajahi jalan-jalannya.

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

News

RAPI dan Pemkab Bogor: Kemitraan Erat untuk Komunikasi Publik yang Lebih Kuat

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk informasi, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) untuk memperkokoh peran sebagai mitra strategis....

Related Articles
Lifestyle

Filosofi Teras: Dari Buku Fenomenal ke Layar Lebar, Siap Guncang Bioskop?

EventBogor.com – Kabar gembira bagi para penggemar buku Filosofi Teras! Rumah produksi...

Lifestyle

Spotify Kena Semprot Swifties: Promosikan Komentar Kebencian, Minta Maaf!

EventBogor.com – Dunia maya kembali bergejolak, kali ini dipicu oleh ulah Spotify...

Lifestyle

Kisah Raul Aju: Dari Robot Remaja Hingga Penasihat AI Global

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk KTT AI India, nama Raul John...

Lifestyle

Yuna ITZY Jadi Duta Merek Global Infinix: Kolaborasi yang Bikin ‘Hype’?

EventBogor.com – Kabar gembira bagi para penggemar K-Pop dan teknologi! Infinix, merek...