EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti dunia aktivis. Ermanto Usman, sosok yang dikenal vokal dalam membela hak-hak pekerja, khususnya di Jakarta International Container Terminal (JICT), ditemukan tewas dalam sebuah perampokan di Bekasi pada Rabu, 4 Maret 2026. Kematiannya menyisakan tanda tanya besar, terutama mengingat rekam jejaknya sebagai pejuang yang tak kenal lelah membela kaum buruh. Apakah ini murni perampokan, atau ada benang merah lain yang tersembunyi?
Jejak Perjuangan yang Tak Padam
Ermanto Usman bukan sekadar nama. Ia adalah simbol perlawanan. Sebagai ketua serikat pekerja JICT, ia dikenal lantang menyuarakan aspirasi buruh, mengkritisi kebijakan perusahaan yang dianggap merugikan. Ia berani mengambil risiko, bahkan pernah dua kali dipecat karena sikap kritisnya. Namun, idealismenya tak pernah pudar. Ia kembali bangkit, membuktikan bahwa kebenaran dan keadilan tak bisa dibungkam.