Eventbogor.com – Kejadian unik tapi bikin merinding ini datang dari perbatasan Kamboja dan Thailand. Beberapa warga Kamboja melapor kalau setiap malam mereka mendengar suara-suara aneh dari arah wilayah Thailand. Mulai dari tangisan, jeritan seperti hantu, suara rantai, sampai deru mesin pesawat dan helikopter. Semua itu diputar lewat pengeras suara besar yang bikin warga panik dan susah tidur.
Karena dianggap sudah kelewatan, Komisi Hak Asasi Manusia Kamboja (CHRC) akhirnya melapor ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tepatnya ke Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (OHCHR). Mereka menilai ini bukan cuma iseng, tapi bisa jadi bentuk intimidasi psikologis terhadap warga sipil.
Kenapa Bisa Sampai ke PBB?
Menurut CHRC, suara misterius yang diputar setiap malam itu punya dampak serius buat kesehatan mental dan fisik warga. Anak-anak sampai lansia jadi susah tidur, muncul stres, dan ketakutan. Makanya Kamboja merasa perlu bawa masalah ini ke tingkat internasional, karena kalau terbukti disengaja, tindakan itu bisa masuk kategori pelanggaran HAM berat.
Siapa yang Diduga Terlibat?
Dalam laporan, pihak Kamboja menuding kalau sumber suara berasal dari area Thailand. Tapi sampai sekarang, pemerintah Thailand belum ngasih klarifikasi resmi apakah benar mereka yang melakukannya. Beberapa politisi Thailand bahkan ikut angkat suara dan menyebut praktik kayak gini bisa merusak citra negara dan melanggar prinsip kemanusiaan.
Dampak dan Reaksi Publik
Buat warga perbatasan, kejadian ini jelas ganggu banget. Mereka jadi takut keluar malam, bahkan ada yang pindah sementara karena nggak tahan dengar suara-suara itu setiap malam. Isu ini pun langsung ramai di media internasional dan jadi sorotan organisasi HAM.
Dari pihak Thailand sendiri, belum ada tanggapan resmi, tapi tekanan dari komunitas global bisa aja bikin mereka akhirnya buka suara atau bekerja sama dalam penyelidikan. Sementara itu, CHRC minta PBB buat segera kirim tim investigasi ke lokasi biar kasus ini nggak cuma berhenti di rumor.
Kenapa Kasus Ini Penting?
- Gangguan psikologis nyata: Walau bukan serangan fisik, efeknya bisa bikin trauma dan gangguan kesehatan mental.
- Isu politik perbatasan: Wilayah Kamboja–Thailand udah lama sensitif, jadi hal kecil bisa memicu ketegangan besar.
- Dampak HAM global: Kalau terbukti, ini bisa jadi kasus unik tentang “penyiksaan lewat suara” dalam sejarah modern.
Langkah Selanjutnya
Sekarang semua mata tertuju ke PBB dan OHCHR—apakah mereka bakal turun langsung untuk menyelidiki, atau cukup lewat laporan diplomatik aja. Yang jelas, Kamboja ingin dunia tahu kalau rasa aman warganya terganggu dan berharap tindakan tegas dilakukan biar kejadian serupa nggak terulang.
Kesimpulan
Kasus ini bisa dibilang salah satu contoh paling aneh dari konflik antarnegara modern—nggak pakai senjata, tapi pakai suara hantu. Meski terdengar lucu, efeknya nyata dan bikin trauma bagi banyak warga. Langkah Kamboja melapor ke PBB jadi bukti bahwa bentuk kekerasan psikologis pun harus dianggap serius. Sekarang tinggal kita tunggu, gimana reaksi Thailand dan apa hasil penyelidikan PBB nanti.