EventBogor.com – Kengerian menyelimuti kawasan Basmol, Kembangan, Jakarta Barat, setelah seorang pedagang cilok menjadi korban penusukan pada Selasa, 13 Januari 2026. Peristiwa ini menyisakan luka mendalam dan pertanyaan besar mengenai motif pelaku. Tim reporter kami berada di lokasi kejadian untuk mengumpulkan informasi dan memberikan laporan langsung dari tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, pandangan langsung tertuju pada ceceran darah yang masih membekas di lantai, tepat di samping gerobak cilok. Warna merah pekat darah tersebut menjadi saksi bisu dari kekerasan yang baru saja terjadi. Setidaknya ada lima titik darah yang terlihat jelas, menambah kesan mencekam di sekitar lokasi. Hingga berita ini diturunkan, garis polisi belum terpasang, namun suasana sekitar tampak sepi dan tenang, seolah warga masih terkejut dengan peristiwa yang terjadi.
Kronologi Kejadian dan Kondisi TKP
Rumah kontrakan yang menjadi lokasi kejadian berada di gang sempit kawasan Basmol, Kembangan Utara. Dinding kontrakan berwarna hijau muda, dengan jemuran pakaian menggantung di sepanjang gang. Pintu dan jendela rumah tertutup rapat, menambah kesan misterius pada tempat kejadian. Di depan rumah, terlihat sejumlah sandal berserakan dengan ember dan peralatan rumah tangga di sudut. Kondisi ini memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari di lingkungan tersebut, yang kini tercoreng oleh aksi kekerasan.
Saat mengintip dari kaca jendela, terlihat sejumlah gerobak cilok ayam bertuliskan ‘Cilok Ayam Pak Kembar’ dengan stempel halal. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban adalah seorang pedagang cilok. Informasi dari Kapolsek Kembangan, Kompol Mochammad Taufik, menguatkan hal ini dengan menyebutkan bahwa korban dan pelaku adalah rekan sesama pedagang cilok yang bekerja pada bos yang sama. Korban saat ini telah ditangani di RSUD Cengkareng.
Isu dan Klarifikasi Polisi
Insiden ini sempat memicu spekulasi di media sosial, dengan beredarnya informasi yang menyebutkan bahwa korban adalah korban pembunuhan. Namun, Kapolsek Kembangan dengan tegas membantah isu tersebut dan meluruskan bahwa kejadian ini adalah penganiayaan. “Penganiayaan ya, mas. Korban masih selamat,” ujarnya. Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan di lapangan dan di RSUD Cengkareng untuk memastikan penyebab terjadinya penganiayaan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mengungkap motif pelaku dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Kesaksian di Media Sosial
Salah satu postingan di Instagram dengan akun @kembangan.info memberikan gambaran tambahan mengenai kronologi kejadian. Dalam postingan tersebut, disebutkan bahwa diduga motif penusukan adalah dendam. Pelaku disebut sering memarahi korban. Lebih lanjut, disebutkan bahwa pelaku mencoba menusuk korban dengan pisau saat korban tertidur. Suara minta tolong terdengar sekitar pukul 05.30 pagi, dan korban ditemukan bersimbah darah. Pelaku berhasil diamankan oleh polisi setelah kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keamanan dan kewaspadaan di lingkungan sekitar. Pihak kepolisian terus berupaya untuk mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Perkembangan lebih lanjut akan terus kami laporkan.