EventBogor.com – Jakarta kembali bergelut dengan banjir. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu, 18 Januari 2026, mengakibatkan genangan di berbagai titik strategis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan situasi yang memprihatinkan, dengan puluhan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan terendam banjir. Kondisi ini memaksa warga untuk lebih waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Banjir di Jakarta bukan lagi sekadar masalah cuaca, melainkan isu kompleks yang melibatkan berbagai faktor. Curah hujan ekstrem, sistem drainase yang kurang memadai, hingga perubahan tata ruang menjadi penyebab utama. Dampaknya sangat luas, mulai dari terganggunya transportasi, aktivitas ekonomi yang terhambat, hingga risiko kesehatan akibat penyebaran penyakit pasca-banjir.
Titik Banjir Paling Parah: Jakarta Barat dan Jakarta Utara
Data dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi daerah yang paling parah terdampak banjir. Sebanyak 17 RT di Jakarta Barat tergenang dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Sementara itu, di Jakarta Utara, tercatat 3 RT yang juga mengalami nasib serupa. Kondisi ini tentu saja sangat merugikan warga yang tinggal di kawasan tersebut, terutama mereka yang rumahnya kebanjiran.
Penting untuk diingat bahwa genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas di darat, tetapi juga berdampak pada sektor transportasi publik. KAI Commuterline melaporkan adanya genangan di Stasiun Kampung Bandan yang menyebabkan perjalanan kereta hanya sampai Stasiun Angke dan Kemayoran. Hal ini tentu saja menimbulkan masalah bagi para pengguna KRL yang harus mencari alternatif transportasi atau mengalami keterlambatan dalam perjalanan.