Eventbogor.com – Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 pada tahun 2026 menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Acara tidak hanya terfokus pada seremonial, tetapi juga mengedepankan napak tilas sejarah sebagai bagian dari perayaan yang sarat makna.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan memori kolektif masyarakat Kabupaten Bogor terhadap perjuangan masa lalu.

Hari Jadi Bogor ke-544 mengintegrasikan nilai sejarah dan semangat kebangsaan melalui rangkaian napak tilas yang menghubungkan dua lokasi penting dalam sejarah pemerintahan daerah.

Selain Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor yang digelar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, peringatan ini juga menekankan pentingnya memahami akar perjuangan Bogor.

Eventbogor.com – Napak tilas sejarah menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun 2026.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari eks-Pendopo Kewadanan Jasinga, yang pernah menjadi pusat pemerintahan darurat di masa Bupati pertama Bogor, Raden Ipik Gandamana, sekitar tahun 1945.

Lokasi ini memiliki peran strategis dalam mempertahankan roda pemerintahan selama masa kemerdekaan.

Dari Jasinga, peserta napak tilas menyusuri rute yang pernah dilalui oleh para pejuang dan pemimpin daerah saat masa perjuangan.

Rute napak tilas melewati sejumlah kampung bersejarah seperti Cileuksa, Ciparengpeng, Cijairin, Ciear, hingga Kampung Jamang di Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya.

Di Kampung Jamang, Raden Ipik Gandamana sempat menetap sementara untuk menjalankan tugas pemerintahan darurat.

BACA JUGA :  Jakarta Mulai Bernapas! Banjir Surut, Tapi Waspada Tetap Nomor Satu

Perjalanan bersejarah ini berakhir di Pendopo Malasari, sebuah bangunan yang dulunya merupakan rumah Kepala Desa pertama Malasari, Bapak Ining.

Pada masa Agresi Militer Belanda II tahun 1948, tempat ini difungsikan sebagai kantor pemerintahan darurat Kabupaten Bogor.

Kini, Pendopo Malasari telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya dan menjadi ikon utama Desa Wisata Malasari.

Keberadaannya tidak hanya bernilai historis, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di kawasan Nanggung.

Eventbogor.com – Napak tilas Hari Jadi Bogor ke-544 turut diikuti oleh sejumlah tokoh, termasuk Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Siti Aisyah.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan simbolis, tetapi juga bentuk penghormatan nyata kepada para pejuang dan tokoh masa lalu.

Ia menekankan bahwa napak tilas menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur terhadap perjuangan pendahulu.

“Napak tilas ini bagian dari rasa syukur kita kepada para pendahulu yang sudah berjuang mengorbankan segalanya untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujar Siti Aisyah.

Partisipasi aktif dari wakil rakyat menunjukkan komitmen lembaga legislatif dalam menjaga dan menghidupkan nilai-nilai sejarah lokal.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangkitkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga identitas daerah.

Dengan menggabungkan edukasi dan pelestarian sejarah, peringatan Hari Jadi Bogor tahun 2026 memberikan contoh nyata bagaimana tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lahir Pancasila dan HJB ke-544, Pemkab Bogor Gelar Ziarah Nasional di TMP Pondok Rajeg

Eventbogor.com – Peringatan Hari Jadi Bogor ke-544 tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat jati diri daerah.

Napak tilas sejarah tidak hanya mengingatkan masyarakat pada masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Kombinasi antara peringatan resmi dan kegiatan berbasis komunitas mencerminkan pendekatan holistik dalam memperingati hari jadi daerah.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Dengan demikian, semangat perjuangan dan nilai-nilai luhur para pendiri Kabupaten Bogor tetap hidup di tengah perkembangan zaman.