Warga Mengungsi dan Upaya Penanganan
Dampak dari banjir ini juga memaksa sejumlah warga untuk mengungsi. Di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 29 orang dari 12 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Alur Anggrek. BPBD DKI Jakarta telah menyediakan fasilitas dan bantuan bagi para pengungsi.
Selain itu, BPBD juga telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah. Koordinasi intensif dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat surutnya banjir dan mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Imbauan dan Kesiapsiagaan Masyarakat
M Yohan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan lebih lanjut, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti membersihkan saluran air di sekitar rumah dan memastikan tidak ada sampah yang menghambat aliran air.
Dalam keadaan darurat, masyarakat diminta untuk segera menghubungi nomor telepon 112. Layanan ini tersedia 24 jam non-stop dan gratis. Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan dampak buruk dari banjir dan memastikan keselamatan bersama. Berikut daftar 16 RT yang terendam banjir di Jakarta, di antaranya 2 RT di Jakarta Utara, Kelurahan Ancol: 1 RT.