EventBogor.com – Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026, telah menyebabkan genangan di berbagai ruas jalan, memicu kemacetan parah dan mengganggu operasional transportasi publik. Akibatnya, layanan Transjakarta mengalami sejumlah gangguan yang berdampak pada mobilitas warga. Berikut adalah daftar rute Transjakarta yang terpengaruh akibat cuaca ekstrem ini.
Kondisi ini menjadi pengingat akan kerentanan Jakarta terhadap cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir. Genangan air yang terjadi tidak hanya menghambat perjalanan warga tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan dan kerusakan infrastruktur. PT Transjakarta telah memberikan informasi terkini melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter) mereka pada pukul 08.56 WIB, Senin, 12 Januari 2026, untuk memberikan informasi kepada pelanggan.
Rute Mikrotrans Terhenti
Layanan Mikrotrans menjadi salah satu yang paling terdampak. Dua rute yang sangat penting, yaitu Mikrotrans JAK 61 dan JAK 112, terpaksa berhenti beroperasi. Penyebabnya jelas, adanya genangan air yang menghalangi jalur yang seharusnya mereka lalui. Hal ini tentu menyulitkan masyarakat yang mengandalkan layanan Mikrotrans untuk kegiatan sehari-hari.
Koridor 14 dan Rute 14A: Tidak Beroperasi
Koridor 14 dan Rute 14A, yang melayani halte-halte penting seperti JIS, JIExpo Kemayoran, Pasar Senen, dan Senen Raya, juga mengalami nasib serupa. Keduanya terpaksa menghentikan operasional karena adanya genangan air di jalur yang mereka lewati. Keputusan ini diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan mencegah kerusakan pada armada Transjakarta. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi mereka yang hendak bepergian ke pusat-pusat kegiatan penting di Jakarta.
Keterlambatan di Koridor Lain
Tidak hanya Mikrotrans dan Koridor 14, beberapa koridor lain juga mengalami gangguan. Koridor 12, rute 1A, 12A, 12B, dan 12F mengalami keterlambatan kedatangan. Penyebabnya adalah kepadatan lalu lintas yang parah di sekitar Penjaringan hingga Pluit Selatan. Kemacetan ini merupakan dampak langsung dari genangan air yang memaksa kendaraan lain untuk mencari jalur alternatif, sehingga memperparah kondisi lalu lintas secara keseluruhan.
Situasi ini jelas menunjukkan betapa pentingnya infrastruktur yang memadai dan sistem drainase yang baik untuk mengatasi dampak hujan lebat di Jakarta. Pemerintah daerah perlu terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan penanganan banjir, serta memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada masyarakat. Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem di masa mendatang.