EventBogor.com – Dini hari yang kelabu di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga Ibu Khoriah. Hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa ampun, memicu bencana yang tak terduga. Sebuah rumah, tempat bernaung dari dinginnya malam, harus mengalami kerusakan akibat terjangan alam pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kekuatan alam yang dahsyat, sekaligus ujian bagi ketahanan warga Bogor. Hujan lebat yang turun dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama. Namun, lebih dari sekadar curah hujan, pergeseran tanah menjadi dalang utama di balik ambruknya dapur rumah Ibu Khoriah. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur.
Detik-Detik Mencekam: Pergeseran Tanah yang Meruntuhkan Dapur
Menurut keterangan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, pergeseran tanah menjadi penyebab utama kerusakan. “Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan dapur rumah milik Ibu Khoriah ambruk,” jelas Adam. Penjelasan ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana alam mampu merubah struktur bangunan dalam hitungan jam. Bukan hanya sekadar hujan, tetapi kombinasi antara curah hujan ekstrem dan kondisi tanah yang labil menjadi faktor krusial dalam peristiwa ini.
Dapur yang ambruk adalah bagian rumah yang paling terkena dampak. Meskipun demikian, bagian rumah lainnya masih berdiri kokoh, memberikan sedikit harapan di tengah musibah. Namun, kerusakan yang terjadi sudah cukup untuk mengganggu kenyamanan dan keamanan keluarga Ibu Khoriah.
Bertahan di Tengah Kerusakan: Ujian Ketabahan dan Solidaritas
Saat ini, dapur yang rusak belum dapat diperbaiki. Keluarga Ibu Khoriah harus menghadapi tantangan baru dalam kehidupan sehari-hari mereka. Meskipun demikian, mereka tetap memilih untuk bertahan di rumah tersebut. Sebuah keputusan yang mencerminkan ketabahan dan semangat pantang menyerah.
Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa ini patut disyukuri. Tiga orang anggota keluarga tetap menempati rumah tersebut, meskipun dengan kondisi yang kurang ideal. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan kekeluargaan dan keinginan untuk tetap berada di rumah tercinta, meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama di wilayah yang rawan terhadap pergeseran tanah. Pemerintah daerah perlu terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta menyediakan bantuan yang diperlukan bagi para korban bencana.
Kejadian di Rumpin ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa alam memiliki kekuatan yang tak terduga, dan kesiapsiagaan serta solidaritas adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin terjadi.