EventBogor.com – Cuaca ekstrem yang menggila di Kota Bogor kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, bencana tanah longsor menerjang bahu jalan di wilayah Kampung Bakom Pesantren, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa yang terjadi akibat hujan deras yang tak henti-henti ini menjadi pengingat betapa rentannya wilayah kita terhadap dampak perubahan iklim. Kejadian ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menyisakan kekhawatiran mendalam bagi warga sekitar.
Longsor yang terjadi pada Selasa (13/1) malam, berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, menyisakan kerusakan yang cukup signifikan. Meski beruntung tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan yang ditimbulkan tetap menjadi perhatian serius. Mari kita bedah lebih dalam mengenai kronologi, dampak, serta langkah-langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.
Kronologi Longsor: Detik-detik Mencekam di Bakom Pesantren
Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, laporan mengenai longsor diterima pada Rabu (14/1/2026). Namun, peristiwa itu sendiri terjadi sehari sebelumnya, tepatnya pada malam hari saat hujan deras mengguyur kota hujan. Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa hujan intensitas tinggi menjadi pemicu utama pergerakan tanah pada bahu jalan. Kondisi tanah yang labil semakin memperparah situasi, hingga akhirnya longsor tak terhindarkan. Ketinggian longsor diperkirakan mencapai sekitar tiga meter dengan lebar dua meter, sebuah ukuran yang cukup besar dan berpotensi menghambat akses jalan bagi warga.
Bayangkan saja, bagaimana warga sekitar harus menghadapi situasi ini. Peristiwa longsor yang terjadi di malam hari, tentu saja sangat mengagetkan. Mereka yang mungkin sedang beristirahat, tiba-tiba harus menghadapi ancaman longsor yang bisa saja merusak rumah mereka atau menghalangi akses keluar masuk lingkungan tempat tinggal.