Tahap Awal: 39 Petani Buah Siap Menyambut Pengunjung
Pada tahap awal pembukaan, sekitar 39 petani buah telah siap mengisi lapak di Pasar Petani Garuda. Mereka akan menawarkan beragam jenis bibit buah-buahan unggulan yang berkualitas. Selain itu, para petani tanaman hias juga akan segera menyusul dalam waktu dekat. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar ini akan menjadi surga bagi para pecinta tanaman yang ingin mempercantik pekarangan rumah mereka atau sekadar mencari bibit tanaman untuk koleksi pribadi.
Eko juga menginformasikan bahwa jika tidak ada kendala berarti, Pasar Petani Garuda akan mulai diuji coba dan dibuka untuk publik pada saat pelaksanaan Car Free Day pekan depan. “Minimal di minggu depan pada waktu test, car free day, itu sudah bisa dikunjungin oleh masyarakat,” ujarnya, memberikan kepastian jadwal yang ditunggu-tunggu oleh warga Bogor. Momentum Car Free Day dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkenalkan pasar ini kepada masyarakat luas, mengingat tingginya animo masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Fasilitas Lengkap: Lebih dari Sekadar Tempat Belanja
Pasar Petani Garuda dirancang bukan hanya sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai pusat kegiatan pertanian yang terintegrasi. Lokasinya yang strategis, yaitu di samping Kantor Public Safety Center (PSC) 119, dengan luas area mencapai sekitar 2 hektare, memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan berbagai fasilitas. Selain lapak penjualan, pasar ini juga dilengkapi dengan greenhouse (rumah kaca) dan panggung kegiatan pertanian.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebelumnya menargetkan pembangunan pasar ini rampung pada Desember 2025. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh persiapan telah mengarah pada tahap operasional. “Semua sudah bersiap semua mudah-mudahan desember jadi namanya Pasar Petani Garuda di dalamnya itu pedagang tanaman hias dan pedagang buah. Samping 119,” kata Rudy, memberikan keyakinan bahwa pasar ini akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Bogor.