EventBogor.com – Kabar mengejutkan datang dari kawasan Puncak, Bogor. Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan kota (angkot) dan pejalan kaki menggemparkan jagat maya. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (21/1/2026) ini menyisakan cerita dramatis, mulai dari sopir yang kabur hingga akhirnya menyerahkan diri berkat bujukan sang istri.
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di depan Udiklat PLN, Cibogo, ini melibatkan angkot bernomor polisi F 1983 PG yang dikemudikan oleh MRM (24) dan seorang pejalan kaki berinisial NS (30). Akibat kejadian tersebut, NS dilaporkan mengalami luka berat setelah terseret sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara, terutama di jalur padat seperti Puncak.
Kronologi Kejadian: Momen yang Mencekam
Menurut keterangan Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Arif Rahman, kecelakaan terjadi ketika angkot yang dikemudikan MRM berusaha mendahului kendaraan minibus di depannya. Upaya tersebut dilakukan dengan melewati marka jalan yang tidak terputus. Pada saat yang bersamaan, NS sedang menyeberang jalan dari arah kiri ke kanan. Tragisnya, bagian samping angkot kemudian menghantam NS, menyebabkan ia terseret dalam jarak yang cukup jauh.
Setelah kecelakaan, MRM sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Tindakan ini tentu saja menimbulkan kepanikan dan kekhawatiran, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat sekitar. Pihak Satlantas Polres Bogor segera bertindak cepat dengan membagi tim untuk melakukan penyelidikan. Satu tim berfokus pada penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP), sementara tim lainnya berupaya mencari keberadaan MRM.
Bujuk Rayu Istri: Titik Balik Penyerahan Diri
Pencarian MRM kemudian membawa polisi ke kediamannya di wilayah Cisarua. Namun, saat itu polisi hanya bertemu dengan istri MRM. Di sinilah drama mulai mencapai puncaknya. Sang istri, dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, membujuk suaminya untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Ia menyadari bahwa tindakan melarikan diri hanya akan memperburuk keadaan.
“Istrinya itu mungkin membujuk lalu kemudian sopir angkotnya datang deh menyerahkan ke Kantor Sub Unit Laka Ciawi,” jelas Ipda Arif Rahman. Keputusan MRM untuk menyerahkan diri adalah langkah yang patut diapresiasi, menunjukkan kesadarannya akan tanggung jawab atas perbuatannya. Hal ini juga menjadi contoh pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi situasi sulit.
Proses Hukum Berlanjut: Menegakkan Keadilan
Saat ini, Satlantas Polres Bogor tengah melakukan pemeriksaan terhadap MRM di Gakkum Subnit Ciawi. Proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan menentukan sanksi yang sesuai. Pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.
Kecelakaan di Puncak ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi peraturan lalu lintas. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membantu individu menghadapi situasi sulit. Semoga kasus ini dapat segera terselesaikan dengan adil, dan korban segera pulih dari luka-lukanya.