EventBogor.com – Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ziarah kubur menjadi pemandangan lazim. Namun, di balik keramaian itu, terselip keresahan yang dirasakan peziarah di TPU Kawi-Kawi, Jakarta Pusat. Kehadiran pembersih makam musiman yang terkesan memaksa, menjadi sorotan utama.
Bayangkan Anda baru saja tiba di makam orang terkasih. Niat hati hanya ingin berdoa, menabur bunga, dan mengenang. Namun, belum sempat melangkah jauh, Anda sudah dikerubuti sejumlah orang yang menawarkan jasa membersihkan makam. Inilah realita yang dialami para peziarah di TPU Kawi-Kawi.
‘Dibuntuti’ Hingga ke Makam: Pengalaman Tak Nyaman
Kisah Rahmat (28), salah satu peziarah, menjadi contoh konkret. Baru saja menginjakkan kaki di area pemakaman, ia sudah dikelilingi belasan orang. Mereka mengikuti Rahmat hingga ke makam keluarga, langsung membersihkan tanpa izin. Menyapu, mencabuti rumput, bahkan menyiramkan air mawar. Setelah itu, barulah mereka menagih bayaran. Sebuah situasi yang jelas tidak nyaman.
Praktik seperti ini, sayangnya, bukan hal baru. Menjelang Ramadan, jumlah pembersih makam musiman memang meningkat drastis. Mereka memanfaatkan momen ini untuk mencari nafkah, namun tak jarang caranya justru meresahkan. Peziarah merasa ‘terjebak’, karena enggan menolak khawatir memicu keributan. Akhirnya, uang pun melayang, bukan karena keikhlasan, melainkan karena terpaksa.
