Fenomena Perceraian di Bogor Barat dan Dampak Judi Online
Eventbogor.com – Fenomena perceraian di Bogor Barat menunjukkan tren mengkhawatirkan pada 2026.
Kecanduan judi online menjadi faktor baru yang memperparah keretakan rumah tangga di wilayah tersebut.
Data sementara sidang keliling Pengadilan Agama Cibinong mengungkap sekitar 5.000 perempuan mengajukan gugatan cerai.
Sidang keliling ini digelar untuk memudahkan warga jauh dari pengadilan memperoleh layanan hukum.
Ekonomi dan Judi Online sebagai Penyebab Utama
Perceraian masih didominasi oleh masalah ekonomi, namun semakin banyak kasus melibatkan judi online.
Suami yang kecanduan judi online menghabiskan pendapatan keluarga, menambah utang, dan memicu konflik berkepanjangan.
Para pemohon mengungkapkan kesulitan mempertahankan rumah tangga akibat kebiasaan tersebut.
Testimoni Korban Judi Online
Salah seorang perempuan di Leuwiliang mengakui rumah tangganya hancur karena suami kecanduan judi online.
“Awalnya saya masih bertahan dan berharap suami berubah, namun semakin lama ia lebih sering bermain judi online,” ujarnya.
“Uang belanja habis, kebutuhan anak terabaikan, bahkan sampai harus berutang,” tambahnya.
Keputusan menggugat cerai tidak mudah, namun setelah upaya mempertahankan rumah tangga gagal, perceraian menjadi pilihan terakhir.
“Saya tidak ingin bercerai, namun jika terus seperti ini, saya dan anak-anak menjadi korban,” kata korban lainnya.
Akses Mudah Judi Online Memperparah Situasi
Kemudahan akses judi online melalui ponsel pintar membuat lebih banyak masyarakat terjerat.
Terutama di tengah tekanan ekonomi, harapan keuntungan instan mendorong mereka mencoba judi online.
Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan meningkatkan edukasi serta regulasi untuk menekan penyebaran judi online.
