EventBogor.com – Kabar menggembirakan datang dari Kabupaten Bogor. Rencana program “Satu Desa Satu Sarjana” yang diinisiasi oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak. Program yang menjadi pokok bahasan dalam rapat pimpinan di Pendopo Bupati Bogor pada Senin (6/10/2025) ini, diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan signifikan di tingkat desa. Namun, di balik antusiasme tersebut, muncul pula sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian agar program ini berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Salah satu tokoh yang menyuarakan dukungan sekaligus memberikan masukan konstruktif adalah aktivis sosial Nurdin Ruhendi, SH. Ia menilai program ini sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di pedesaan. Lebih dari sekadar memberikan pendidikan tinggi, menurut Nurdin, program ini adalah investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai, diharapkan para pemuda desa mampu menggali potensi lokal, mendorong kemandirian ekonomi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Bogor.
Antusiasme dan Harapan: Mengapa ‘Satu Desa Satu Sarjana’ Begitu Penting?
Program “Satu Desa Satu Sarjana” bukan hanya sekadar pemberian beasiswa. Ia adalah simbol komitmen pemerintah daerah terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, pendidikan tinggi menjadi kunci untuk membuka pintu kesempatan dan meningkatkan daya saing. Dengan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, desa-desa di Kabupaten Bogor diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan, menciptakan inovasi, dan meningkatkan kesejahteraan warganya.
Nurdin Ruhendi menekankan pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama para pemuda. Ia berharap, program ini tidak hanya menjadi milik pemerintah, tetapi juga milik masyarakat. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Keterlibatan aktif dari para pemuda diharapkan akan memicu semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap program ini, sehingga keberlangsungannya dapat terjaga.
Menuju Efektivitas: Catatan Penting untuk Keberhasilan Program
Di tengah harapan besar terhadap program “Satu Desa Satu Sarjana”, Nurdin Ruhendi mengingatkan pentingnya memastikan efektivitas program. Ia menekankan perlunya beberapa langkah strategis agar program ini berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan dampak yang maksimal.
Pertama, ia menyarankan agar proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara terbuka dan transparan. Kriteria seleksi harus jelas, berbasis pada prestasi akademik, serta mempertimbangkan kebutuhan ekonomi calon penerima. Hal ini penting untuk memastikan bahwa beasiswa diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan memiliki potensi untuk berkontribusi bagi daerahnya. Pembentukan tim pengawas independen juga dianggap krusial untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana publik.
Kedua, Nurdin Ruhendi menyarankan agar pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, seperti universitas, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan pelaku usaha lokal. Kemitraan ini bertujuan untuk membuka peluang magang, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat desa. Dengan demikian, para penerima beasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan potensi lokal. Keterlibatan BUMD dan pelaku usaha lokal juga diharapkan dapat menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
Ketiga, Nurdin menekankan pentingnya membangun kewajiban moral dan administratif bagi para penerima beasiswa untuk kembali berkontribusi di desa masing-masing setelah lulus. Kontribusi ini dapat berupa pengabdian, penerapan ilmu pengetahuan, atau partisipasi aktif dalam pembangunan desa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan pemerintah daerah memberikan nilai balik yang signifikan bagi masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa setiap lulusan sarjana desa sebaiknya dilibatkan dalam program BUMDes, pertanian modern, wisata desa, atau digitalisasi UMKM, agar ilmu yang diperoleh berdampak langsung pada kemajuan ekonomi lokal Desa.
Program “Satu Desa Satu Sarjana” merupakan janji politik dan inisiatif progresif dari Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada komitmen semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga para penerima beasiswa. Dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang transparan, dan evaluasi yang berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mewujudkan impian menciptakan desa-desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.