EventBogor.com – Kabupaten Bogor, sebuah daerah yang terus berbenah diri, kini tengah merasakan dinamika pembangunan yang membingungkan. Di satu sisi, pembangunan infrastruktur yang gencar di bawah kepemimpinan Bupati Rudi Susmanto patut diacungi jempol. Jalan-jalan baru membelah wilayah, jembatan kokoh berdiri, dan wajah fasilitas publik semakin berseri. Namun, di tengah gemerlap pembangunan fisik tersebut, bayangan gelap pengangguran, terutama di kalangan pemuda, seolah menjadi duri dalam daging yang mengusik.
Percepatan pembangunan infrastruktur memang menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan. Peningkatan kualitas jalan antar-kecamatan, pembangunan sarana olahraga modern, penataan kawasan wisata yang memukau, serta peningkatan fasilitas umum yang lebih baik, menjadi wajah baru Kabupaten Bogor. Namun, apakah pembangunan fisik semata cukup untuk membawa Kabupaten Bogor menuju masa depan yang gemilang? Pertanyaan inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran mendalam.
Infrastruktur Ciamik, Tapi Ada ‘PR’ Besar Menanti
Pembangunan infrastruktur yang masif memang menjadi fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah. Jalan yang mulus memudahkan aksesibilitas, jembatan yang kuat memperlancar arus transportasi, dan fasilitas umum yang memadai meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Nurdin Ruhendi, SH, seorang advokat muda yang peduli terhadap perkembangan daerah, mengakui bahwa langkah Pemkab Bogor ini merupakan langkah positif yang harus terus didukung dan ditingkatkan. Infrastruktur yang baik, menurutnya, adalah kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Namun, di balik gemerlap infrastruktur yang memukau, terdapat tantangan besar yang mengadang: tingginya angka pengangguran, khususnya di kalangan pemuda. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kelompok usia muda masih mendominasi angka pengangguran di Kabupaten Bogor. Hal ini menjadi ironi tersendiri, mengingat potensi besar yang dimiliki generasi muda seharusnya menjadi modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan daerah.
Bonus Demografi atau Beban Sosial? Dilema Generasi Muda Bogor
Kabupaten Bogor dikenal sebagai daerah dengan populasi muda yang sangat besar. Potensi ini seharusnya menjadi “bonus demografi”, yaitu kekuatan produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Namun, kenyataannya, potensi tersebut belum sepenuhnya termanfaatkan. Banyak anak muda, lulusan SMA/SMK, bahkan sarjana, yang masih kesulitan mencari pekerjaan. Hal ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
Tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan yang ada. Industri padat karya, sektor kreatif, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum sepenuhnya berkembang untuk menyerap tenaga kerja lokal. Akibatnya, banyak anak muda yang terpaksa merantau atau bekerja di sektor informal dengan penghasilan yang tidak memadai.
Saatnya Fokus Membangun Manusia: Solusi Jitu untuk Masa Depan Bogor
Melihat kompleksnya permasalahan pengangguran di kalangan pemuda, fokus pemerintahan ke depan harus bergeser dari pembangunan fisik semata menuju pembangunan manusia. Setelah jalan, jembatan, dan gedung dibangun, kini saatnya membangun lapangan kerja, keterampilan, dan peluang ekonomi bagi generasi muda. Pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan generasi muda.
Beberapa langkah strategis yang dapat ditempuh antara lain adalah mendorong program inkubasi wirausaha muda, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, dan kemitraan dengan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. Program inkubasi wirausaha muda dapat membantu anak muda mengembangkan ide bisnis, mendapatkan modal, dan membangun jaringan. Pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri dapat membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Nurdin Ruhendi, SH, sebagai advokat muda yang tumbuh di wilayah Bogor Barat, melihat langsung semangat dan potensi besar yang dimiliki anak muda di Kabupaten Bogor. Mereka tidak kekurangan potensi, hanya kekurangan akses dan kesempatan. Bupati Rudi Susmanto memiliki peluang besar untuk mencatat sejarah baru dengan menjadikan penanggulangan pengangguran pemuda sebagai agenda prioritas pembangunan sosial-ekonomi.
Jika infrastruktur fisik adalah fondasi, maka pemberdayaan pemuda adalah nyawa pembangunan itu sendiri. Ketika generasi muda mendapat ruang untuk tumbuh, berdaya, dan berkarya di daerahnya sendiri, maka visi Kabupaten Bogor Istimewa akan segera terwujud.