EventBogor.com – Bulan Rajab, bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, akan segera berlalu, membuka jalan bagi bulan Syaban yang penuh persiapan. Kedua bulan ini menjadi penanda penting dalam kalender Islam, menjadi jembatan menuju bulan suci Ramadhan yang dinanti-nantikan. Pertanyaan mengenai kapan berakhirnya Rajab dan dimulainya puasa sunnah Syaban menjadi perhatian utama umat Muslim di seluruh dunia. Mari kita bedah lebih dalam, merunut jadwal, keutamaan, dan amalan yang menyertainya.
Mengapa kedua bulan ini begitu penting? Jawabannya terletak pada sejarah dan makna spiritual yang mendalam. Rajab, sebagai salah satu dari empat bulan haram, memiliki keistimewaan tersendiri. Di bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, menjauhi perbuatan dosa, dan mempererat tali silaturahmi. Sementara itu, Syaban hadir sebagai bulan pelatihan, persiapan diri, dan pengisian amunisi spiritual sebelum memasuki medan perang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan.
Penghujung Rajab 1447 H: Catat Tanggalnya!
Bulan Rajab 1447 Hijriah, yang dimulai pada 21 Desember 2025, akan mencapai akhir masa baktinya pada tanggal 19 Januari 2026. Ini berarti, setelah matahari terbenam pada hari Senin tersebut, umat Islam akan resmi memasuki bulan Syaban. Penting untuk diingat, penentuan tanggal ini berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang berbasis pada pergerakan bulan. Oleh karena itu, umat Muslim perlu terus memantau informasi dari sumber yang kredibel untuk memastikan keakuratannya.
Peristiwa penting yang terjadi di bulan Rajab adalah Isra Miraj, perjalanan suci Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu. Peristiwa agung ini menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT dan betapa pentingnya ibadah shalat dalam kehidupan seorang Muslim.
Syaban: Gerbang Menuju Ramadhan yang Penuh Berkah
Setelah Rajab berlalu, tibalah bulan Syaban, bulan yang disebut sebagai ‘pemanasan’ menjelang Ramadhan. Rasulullah SAW mencontohkan dengan memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah, di bulan ini. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dari Aisyah RA, yang menggambarkan betapa seringnya Rasulullah SAW berpuasa di bulan Syaban.
Lantas, kapan puasa sunnah Syaban bisa dimulai? Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Sejak tanggal inilah umat Muslim sudah bisa melaksanakan puasa sunnah Syaban, memanfaatkan momentum untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual menyambut bulan Ramadhan.
Memaksimalkan Keutamaan Rajab dan Syaban
Bulan Rajab dan Syaban menawarkan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Rajab meliputi:
- Memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
- Memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat tahajud, dhuha, dan rawatib.
- Membaca Al-Qur’an dan merenungkan maknanya.
- Bersedekah dan membantu sesama.
- Menjaga lisan dan menghindari perbuatan yang buruk.
Sementara itu, amalan yang dianjurkan selama bulan Syaban meliputi:
- Memperbanyak puasa sunnah, terutama pada pertengahan bulan (Ayyamul Bidh).
- Memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
- Mempersiapkan diri secara mental dan fisik untuk menyambut Ramadhan.
- Memperbanyak doa agar diberikan keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.
Dengan memanfaatkan sebaik-baiknya bulan Rajab dan Syaban, umat Muslim diharapkan dapat memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih, jiwa yang suci, dan semangat yang membara untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Jadikan kedua bulan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan meraih ridha-Nya.