EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk isu ketahanan pangan yang semakin krusial, sebuah aksi nyata yang patut diacungi jempol datang dari jajaran Polsek Ciomas, Kabupaten Bogor. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, mereka menggelar kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan seluas 2.000 meter persegi di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, pada Sabtu, 1 September 2025 lalu. Langkah ini bukan hanya sekadar seremoni, melainkan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah, sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.
Mengapa hal ini penting? Di tengah tantangan global dan fluktuasi harga pangan, ketahanan pangan menjadi isu krusial yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Pemerintah berupaya keras untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian, menjadi sangat vital. Aksi yang dilakukan Polsek Ciomas ini adalah contoh konkret bagaimana aparat negara dapat berperan aktif dalam upaya tersebut.
Sinergi Polri dan Masyarakat: Lebih dari Sekadar Menanam Jagung
Kegiatan penanaman jagung ini bukanlah kegiatan sporadis. Ini adalah bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Kompol Iwan Wahyudi menjelaskan bahwa aksi ini merupakan implementasi langsung dari kebijakan pimpinan Polri. Tujuannya adalah mendorong jajaran kepolisian untuk turut serta dalam menjaga ketersediaan pangan dan membangun kemitraan yang harmonis antara polisi dan masyarakat. Ini bukan hanya tentang menanam jagung, tetapi juga tentang menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek beserta jajarannya tidak hanya mengawasi, tetapi juga turut serta menanam jagung bersama masyarakat setempat. Hal ini tentu saja menjadi contoh nyata bagi warga sekitar. Dengan ikut serta langsung, mereka menunjukkan bahwa kepolisian hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kesejahteraan. Momen kebersamaan ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan dan kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.
Jagung Hibrida: Pilihan Tepat untuk Hasil Panen Optimal
Pemilihan jagung hibrida sebagai komoditas yang ditanam juga bukan tanpa alasan. Jagung hibrida dikenal memiliki produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jagung lainnya. Hal ini berarti, dalam luasan lahan yang sama, hasil panen jagung hibrida akan lebih banyak. Dampaknya sangat signifikan, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar. Peningkatan hasil panen akan meningkatkan pendapatan petani, sekaligus membantu menjaga ketersediaan pasokan jagung di pasaran.
Kompol Iwan Wahyudi berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas untuk memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi. Dengan begitu, lahan-lahan yang selama ini mungkin terbengkalai, bisa diolah menjadi sumber penghasilan dan turut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Kegiatan penanaman jagung ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat sekitar. Warga turut terlibat dalam proses penanaman dan memberikan dukungan penuh terhadap program Polri peduli ketahanan pangan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat mengapresiasi upaya kepolisian dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Situasi selama kegiatan berlangsung pun aman, tertib, dan lancar.
Langkah konkret yang diambil Polsek Ciomas ini patut menjadi contoh bagi wilayah lain. Keterlibatan aktif aparat kepolisian dalam upaya ketahanan pangan, mempererat hubungan dengan masyarakat, dan pemilihan komoditas yang tepat adalah kunci keberhasilan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan bahkan diperluas, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian, kita optimis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.