EventBogor.com – Suasana haru dan antusiasme menyelimuti Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada hari bersejarah ketika Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat menghadiri acara groundbreaking pembangunan gerai pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi bagian dari rangkaian peletakan batu pertama pembangunan 800 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Sebuah langkah besar yang diinisiasi oleh pemerintah pusat, menandai babak baru dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Kehadiran Menteri Koperasi Republik Indonesia secara virtual, yang memimpin langsung acara groundbreaking ini, semakin mengukuhkan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan koperasi di tanah air. Program strategis ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, yang bertujuan mempercepat pembentukan KDKMP di seluruh pelosok negeri. Sebuah gebrakan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di tingkat desa.
Kilasan Balik: Dari Instruksi Presiden Hingga Groundbreaking
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa peletakan batu pertama ini merupakan penanda dimulainya tahap operasional dari program KDKMP. Ia menjelaskan bahwa sejak peluncuran program oleh Presiden Prabowo pada bulan Juli lalu, pemerintah telah bekerja keras untuk merampungkan berbagai aspek legalitas dan regulasi. Hal ini termasuk relaksasi peraturan, penyusunan juklak dan juknis, serta penerbitan surat edaran yang diperlukan untuk memastikan kelancaran operasional KDKMP. Tujuannya jelas, agar pada bulan Oktober, program ini sudah bisa berjalan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Penting untuk dicatat bahwa program ini tidak hanya sekadar membangun gudang dan gerai. Lebih dari itu, KDKMP dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi yang terintegrasi. Di dalamnya akan tersedia fasilitas pergudangan untuk menyimpan hasil produksi anggota koperasi, gerai untuk menjual produk-produk lokal, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Dengan demikian, KDKMP diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kerajinan, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.
TNI Turun Tangan: Kemitraan Strategis untuk Percepatan Pembangunan
Menariknya, dalam program ini, pemerintah menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keterlibatan TNI dalam pembangunan KDKMP ini, yang disebut sebagai operasi militer non-perang, diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan dan memastikan keberhasilan program. Menteri Koperasi mengapresiasi dukungan TNI yang dinilai sangat penting dalam mewujudkan cita-cita besar ini. Kemitraan strategis ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada aspek keamanan dan stabilitas sosial.
Hadirnya Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, dalam acara tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional ini. Bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Dandim 0621 Kabupaten Bogor, serta perwakilan Forkopimda lainnya, Jaro Ade turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KDKMP di wilayahnya. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Bogor dalam meraih berbagai prestasi, termasuk Juara 1 Mandaya Awards 2025 atas program pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur desa. Dengan adanya KDKMP, diharapkan akan semakin memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Harapan Besar: Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan
Pembangunan KDKMP ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Dengan adanya KDKMP, diharapkan koperasi di seluruh Indonesia akan semakin kuat dan mampu berperan sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi. Koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebuah harapan besar yang kini mulai terwujud di berbagai pelosok negeri, termasuk di Kabupaten Bogor.