EventBogor.com – Kabar menggembirakan datang dari ranah pemerintahan Jawa Barat, di mana Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, bersama jajaran penting Pemerintah Kabupaten Bogor, turut serta dalam upaya kolaboratif yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pertemuan strategis ini, yang berlokasi di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Bandung, berfokus pada satu isu krusial: penataan tata kelola tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di seluruh wilayah Jawa Barat.
Kehadiran Jaro Ade dalam agenda penting ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung upaya pemberantasan korupsi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Sektor tambang MBLB, yang meliputi berbagai jenis galian seperti pasir, batu, dan tanah urug, memang dikenal rawan terhadap praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara berbagai pihak, termasuk KPK, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, menjadi sangat vital.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Sektor tambang MBLB kerap kali menjadi ladang subur bagi praktik korupsi, mulai dari proses perizinan yang tidak transparan hingga eksploitasi sumber daya alam yang merusak lingkungan. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerugian finansial negara hingga kerusakan ekologis yang berujung pada bencana alam. Oleh karena itu, upaya penataan ini menjadi sangat krusial, terlebih Jawa Barat dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam, namun juga rentan terhadap eksploitasi yang tidak bertanggung jawab.
Rombongan Bogor Siap Amankan Aset Daerah
Dalam pertemuan penting ini, Jaro Ade tidak datang sendiri. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat penting dari Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang), Inspektur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta perwakilan Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengawal dan mendukung upaya penataan tambang MBLB.
Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bukti konkret bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak hanya peduli pada aspek pembangunan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan tata kelola yang baik. Mereka siap memberikan dukungan penuh dalam upaya pencegahan korupsi, menjaga kelestarian lingkungan, dan memastikan bahwa setiap aktivitas pertambangan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
KPK Turun Tangan: Perangi Korupsi dan Lindungi Lingkungan
Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Brigjen Pol. Bahtiar Ujang Purnama, menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPK bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar instansi dan mempercepat langkah deteksi, pengawasan, serta penindakan terhadap potensi pelanggaran di sektor pertambangan. KPK hadir sebagai garda terdepan dalam memastikan bahwa proses perizinan dan pengelolaan tambang MBLB berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Bahtiar juga menyoroti dampak negatif dari aktivitas penambangan MBLB yang tidak terkendali. Ia mengingatkan bahwa eksploitasi sumber daya alam yang tidak bertanggung jawab dapat merusak keseimbangan lingkungan dan bahkan memicu bencana alam. Oleh karena itu, penataan tata ruang menjadi langkah strategis yang sangat penting. Dengan adanya penataan tata ruang yang baik, diharapkan aktivitas pertambangan dapat dilakukan secara berkelanjutan, tanpa merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.
Selain itu, Bahtiar menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses perizinan tambang. Ia mengingatkan bahwa penataan izin adalah kunci untuk mencegah penyimpangan, kerusakan lingkungan, dan kebocoran pendapatan daerah. Semua pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pelaku usaha, diharapkan berperan aktif dan taat terhadap regulasi yang berlaku.
Harapan dan Komitmen: Sinergi untuk Masa Depan
Pertemuan di Bandung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, KPK, dan pelaku usaha dalam upaya penataan tambang MBLB. Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan harapannya agar seluruh perangkat daerah dan pelaku usaha dapat bersikap proaktif dalam mengurus perizinan sesuai aturan yang berlaku. Ini adalah kunci untuk mewujudkan tata kelola pertambangan yang bersih, transparan, dan berkelanjutan.
Upaya ini bukan hanya tentang pemberantasan korupsi, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan bahwa sumber daya alam memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Dengan adanya sinergi yang kuat antara seluruh pihak, diharapkan sektor tambang MBLB di Jawa Barat dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Keterlibatan aktif dari Pemerintah Kabupaten Bogor dalam agenda ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Langkah ini patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pemberantasan korupsi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.