EventBogor.com – Cibinong, Kabupaten Bogor. Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong, saat Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 tingkat Kabupaten Bogor. Ajang tahunan ini bukan sekadar perlombaan membaca Al-Quran, melainkan sebuah momentum penting untuk ‘membumikan’ kitab suci umat Islam di tengah-tengah masyarakat. Mengapa ini penting? Karena MTQ menjadi wadah strategis untuk memperdalam kecintaan terhadap Al-Quran, tidak hanya dari sisi bacaan, tapi juga pemahaman dan pengamalan.
Hadir dalam acara tersebut para tokoh penting Kabupaten Bogor, mulai dari Wakil Ketua DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga para tokoh masyarakat dan alim ulama. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan yang bertujuan mulia ini. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para kafilah dari berbagai penjuru Kabupaten Bogor, siap unjuk kemampuan terbaiknya.
MTQ: Lebih Dari Sekadar Lomba Baca Quran
Wakil Bupati Jaro Ade dalam sambutannya menekankan bahwa MTQ bukan hanya sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, MTQ adalah sarana edukasi yang sangat strategis bagi umat Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran semakin membara. Tujuannya jelas, yakni meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara mendalami makna dan keindahan Al-Quran. Ini bukan hanya soal melantunkan ayat-ayat suci dengan merdu, tetapi juga memahami pesan-pesan yang ada di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jaro Ade juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Al-Quran harus melewati batas tilawah (membaca) saja. Interaksi yang sempurna dengan Al-Quran meliputi menghafal, memahami isi kandungannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, Al-Quran harus menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari tingkah laku, hubungan sosial, hingga pengambilan keputusan.
Membangun Bogor Berlandaskan Cahaya Al-Quran
Pesan yang sangat penting ditekankan oleh Jaro Ade adalah menjadikan momentum MTQ ini sebagai titik balik untuk menjadikan cahaya Al-Quran sebagai pedoman utama dalam membangun Kabupaten Bogor. Ini bukan hanya slogan, tetapi sebuah komitmen untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai luhur Al-Quran. Ini berarti, semua kebijakan dan program pembangunan harus selaras dengan nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan kesejahteraan yang diajarkan dalam Al-Quran.
Jaro Ade juga berpesan kepada para peserta dan kafilah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaik. Kepada dewan hakim, beliau menekankan pentingnya profesionalisme dan objektivitas dalam memberikan penilaian. Tujuannya adalah untuk menghasilkan qori dan qoriah berkualitas yang nantinya akan mewakili Kabupaten Bogor dalam MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat.
Sinergi Membangun Kabupaten Bogor
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Syukri Ahmad Fanani, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ ini. Ia mengungkapkan bahwa acara ini berhasil menyatukan seluruh tokoh masyarakat dan ulama Kabupaten Bogor. Hal ini mencerminkan identitas Kabupaten Bogor sebagai ‘lumbung pesantren dan madrasah’. Menurutnya, momentum ini adalah kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan bersatu membangun Kabupaten Bogor tercinta. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun daerah yang lebih baik.
MTQ ke-47 Kabupaten Bogor ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Quran. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, diharapkan akan tercipta masyarakat Kabupaten Bogor yang berakhlak mulia, sejahtera, dan beradab. Inilah harapan besar yang diemban dalam penyelenggaraan MTQ, sebuah kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna dan manfaat bagi seluruh umat Islam.