EventBogor.com – Kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang memadai di wilayah barat Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan utama. Kecamatan Cigudeg, yang dikenal sebagai salah satu kecamatan dengan luas wilayah terbesar dan populasi yang padat, kini berada di garis depan dalam seruan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kebutuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan jumlah pasien, tetapi juga oleh potensi strategis Cigudeg sebagai calon ibu kota jika wacana pemekaran Bogor Barat terwujud.
Perbincangan mengenai pembangunan RSUD di Cigudeg semakin mengemuka, terutama setelah aktivis sosial Nurdin Ruhendi menyuarakan urgensi hal tersebut. Menurutnya, pembangunan RSUD bukan hanya soal pelayanan kesehatan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan Cigudeg sebagai pusat pemerintahan baru. “Cigudeg ini wilayah yang luas, penduduknya padat, dan posisinya sangat strategis. Kalau benar Bogor Barat akan dimekarkan, maka Cigudeg sangat layak menjadi ibu kota,” ujarnya kepada wartawan.
Ketergantungan pada RSUD Leuwiliang: Sebuah Tantangan
Saat ini, warga Cigudeg dan kecamatan sekitarnya masih bergantung pada RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama. Namun, dengan terus meningkatnya jumlah pasien, RSUD Leuwiliang kini menghadapi tantangan serius dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kapasitas rumah sakit yang terbatas menyebabkan penumpukan pasien dari berbagai kecamatan, mulai dari Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, hingga Nanggung.
Situasi ini berdampak pada antrean panjang dan penundaan pelayanan. Tidak jarang, pasien terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain di Cibinong yang jaraknya cukup jauh. “RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang sudah terlalu penuh. Pasien dari Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, hingga Nanggung numpuk di sana. Akibatnya banyak pasien harus antre lama atau bahkan dirujuk ke Cibinong yang jaraknya sangat jauh,” tegas Nurdin. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara.
Cigudeg: Wilayah Rawan Bencana dan Kebutuhan Mendesak RSUD
Selain masalah ketergantungan pada fasilitas kesehatan yang terbatas, Cigudeg juga merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Dalam konteks ini, keberadaan RSUD menjadi semakin krusial. Keberadaan rumah sakit yang memadai akan memastikan penanganan medis yang cepat dan efektif bagi korban bencana, serta memberikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Terlebih lagi, Cigudeg merupakan salah satu daerah dengan risiko bencana tinggi, baik banjir maupun longsor, sehingga keberadaan RSUD menjadi kebutuhan mendesak,” kata Nurdin. Dengan adanya RSUD di Cigudeg, diharapkan akses terhadap pelayanan kesehatan dapat lebih cepat dan efisien, terutama dalam situasi darurat.
Harapan Masyarakat dan Peran Pemerintah
Masyarakat Cigudeg dan sekitarnya berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan konkret untuk mewujudkan pembangunan RSUD. Nurdin berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat menyusun rencana pembangunan RSUD Cigudeg, baik melalui anggaran daerah (APBD) maupun melalui skema kerja sama dengan pemerintah pusat. “Ini soal keberpihakan kepada rakyat. Jangan sampai masyarakat Bogor Barat merasa dianaktirikan,” tegasnya.
Pembangunan RSUD di Cigudeg bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur kesehatan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, diharapkan angka harapan hidup dapat meningkat, angka kesakitan dapat ditekan, dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Lebih jauh lagi, wacana pemekaran Bogor Barat dan menjadikan Cigudeg sebagai ibu kota juga menjadi faktor pendorong utama. Cigudeg memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan baru dengan letak geografis yang strategis, aksesibilitas yang baik, dan luas wilayah yang memadai. Oleh karena itu, pembangunan RSUD di Cigudeg harus menjadi prioritas utama untuk memastikan kesiapan wilayah ini jika pemekaran terwujud.
“Kalau nanti Bogor Barat jadi dimekarkan, maka Cigudeg sudah harus siap dengan fasilitas umum yang memadai. Salah satu yang paling utama tentu rumah sakit daerah. Jadi jangan menunggu, tapi harus dibangun dari sekarang,” pungkas Nurdin, menggarisbawahi pentingnya tindakan nyata dari pemerintah daerah.