EventBogor.com – Senja kemarin, Mapolda Jawa Barat bergemuruh. Bukan karena hiruk pikuk penangkapan atau pengamanan, melainkan lantunan doa dan gema shalawat. Polda Jabar menggelar acara Doa Bersama sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M, mengangkat tema yang sangat relevan: “Sauyunan Jaga Nagri” atau ‘bersama menjaga negeri’. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret mempererat tali silaturahmi, khususnya dengan komunitas ojek online (ojol), demi keamanan dan ketertiban di Jawa Barat.
Mengapa Ini Penting Sekarang?
Di tengah dinamika sosial yang kerap kali menimbulkan perpecahan, semangat kebersamaan menjadi sangat krusial. Acara seperti ini menjadi oase, pengingat bahwa perbedaan adalah kekayaan, bukan sumber konflik. Kita seringkali terjebak dalam lingkaran informasi yang memicu polarisasi. Peringatan Maulid Nabi, dengan nilai-nilai persatuan yang diusungnya, menjadi momen tepat untuk merajut kembali benang-benang kebersamaan yang mungkin mulai mengendur. Bayangkan, betapa indahnya jika para pengemudi ojol, tokoh agama, mahasiswa, dan aparat keamanan bisa duduk bersama, berbagi doa, dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Lebih dari Sekadar Seremoni
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, dengan tegas menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Beliau menekankan pentingnya menghadirkan kedamaian, keadilan, serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Ini bukan hanya retorika. Ini adalah panggilan untuk bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika seorang polisi membantu seorang warga yang kesulitan, atau ketika seorang pengemudi ojol membantu menjaga keamanan lingkungan. Tindakan-tindakan kecil itulah yang membentuk fondasi keharmonisan masyarakat.
Sinergi: Kunci Menuju Jawa Barat yang Damai
Kapolda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi. Ini bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi ini ibarat sebuah orkestra. Masing-masing pemain (unsur Forkopimda, tokoh agama, mahasiswa, komunitas ojol) memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Namun, mereka harus bermain selaras agar menghasilkan harmoni yang indah. Ketika semua pihak bersinergi, stabilitas daerah akan terjaga, rasa aman tercipta, dan masyarakat dapat hidup dalam damai dan sejahtera. Analoginya, seperti tim sepak bola. Jika semua pemain kompak dan bekerja sama, kemenangan akan lebih mudah diraih.
Apa Artinya Bagi Anda?
Acara ini bukan hanya milik Polda Jabar. Ini adalah cermin bagi kita semua. Ini adalah pengingat bahwa kita memiliki peran dalam menjaga Jawa Barat agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan positif, mendukung inisiatif yang membangun, serta saling menghargai perbedaan, kita telah berkontribusi nyata. Kita bisa memulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga lingkungan, membantu sesama, dan menghindari penyebaran berita bohong. Setiap tindakan baik, sekecil apapun, akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Penutup: Refleksi Bersama
Peringatan Maulid Nabi di Polda Jabar bukan hanya tentang doa dan shalawat. Ini adalah tentang semangat persatuan dan sinergi. Ini adalah tentang bagaimana kita sebagai masyarakat Jawa Barat, bersama-sama, menjaga negeri tercinta ini. Apakah kita siap untuk mengambil peran, untuk menjadi bagian dari solusi? Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal, untuk terus menjaga semangat ‘Sauyunan Jaga Nagri’, demi masa depan yang lebih baik.