EventBogor.com – Gemuruh Stadion Luigi Ferraris pecah, bukan karena gol spektakuler, melainkan ledakan emosi. Napoli berhasil mencuri kemenangan 3-2 dari Genoa berkat penalti kontroversial di menit akhir. Namun, kemenangan ini menyisakan bara api protes dari kubu Genoa, khususnya sang pelatih, Daniele De Rossi, yang merasa keputusan wasit telah merenggut hak timnya.
Wasit Jadi Sorotan Utama: Penalti ‘Misterius’ di Akhir Laga
Bayangkan Anda berada di tengah-tengah pertandingan sengit. Skor imbang 2-2, waktu normal sudah habis. Tiba-tiba, di menit ke-90+5, wasit menunjuk titik putih. Penalti! Sebuah keputusan yang memicu perdebatan sengit dan gelombang protes. Itulah yang terjadi pada laga Genoa vs Napoli, Sabtu (7/2/2026).
Davide Massa, sang pengadil lapangan, menilai ada pelanggaran di kotak penalti Genoa. Keputusan yang berujung pada eksekusi penalti Rasmus Hojlund, sekaligus mengantarkan Napoli meraih kemenangan dramatis 3-2. Reaksi De Rossi? Meledak! Mantan kapten AS Roma itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
De Rossi Murka: ‘Sepak Bola yang Kami Mainkan Dulu Seolah Tidak Ada Lagi’
Dalam wawancara pasca-pertandingan, De Rossi secara terbuka mengkritik standar penilaian pelanggaran yang menurutnya semakin kabur, terutama dalam penerapan Video Assistant Referee (VAR). Ia mempertanyakan apa sebenarnya definisi ‘pelanggaran jelas’ dalam sepak bola modern. Kekecewaan ini begitu membara, terlihat dari setiap kata yang diucapkannya.
“Sulit dipahami, dan saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Kami sudah tidak tahu apa yang disebut kesalahan jelas,” ujar De Rossi, dikutip dari jurnalis Italia Daniele Mari. Pernyataan ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan kritik mendalam terhadap arah perkembangan sepak bola. De Rossi seolah merindukan sepak bola yang dulu, yang lebih mengedepankan aspek permainan, bukan sekadar kontak fisik minimal yang berujung penalti.
Apakah Sepak Bola Sudah Berubah? Dampak Bagi Para Pecinta Bola
Pertanyaan De Rossi, ‘Apakah sekarang pemain harus benar-benar menginjak kaki lawan untuk dianggap pelanggaran?’, menjadi refleksi bagi kita semua. Apakah sepak bola yang kita cintai sedang mengalami perubahan mendasar? Kini, sentuhan ringan saja bisa berakibat fatal, merusak esensi permainan itu sendiri.
Contohnya, seringkali kita melihat pemain terjatuh dengan sedikit kontak, dan wasit langsung menunjuk titik putih. Ini memicu perdebatan di media sosial, di warung kopi, di mana-mana. Kemenangan yang seharusnya dirayakan, kini tercoreng oleh kontroversi. Kekecewaan Genoa bukanlah kasus tunggal; banyak klub lain juga merasakan hal serupa.
Mengapa Ini Penting?
Drama ini bukan hanya tentang hasil akhir pertandingan. Ini tentang integritas sepak bola, tentang bagaimana aturan diterapkan, dan tentang bagaimana kita, sebagai penikmat olahraga, memaknai permainan ini. Keputusan wasit yang meragukan, standar penilaian yang berubah-ubah, berpotensi merusak keindahan sepak bola.
Pertandingan ini mengingatkan kita bahwa sepak bola adalah tentang lebih dari sekadar menang dan kalah. Ini tentang semangat, fair play, dan rasa hormat terhadap permainan. Semoga, kontroversi ini menjadi pemicu perbaikan, agar sepak bola tetap menjadi hiburan yang kita cintai.
Kesimpulan: Sepak Bola dalam Pusaran Perubahan
Kemenangan Napoli mungkin akan dikenang, tetapi drama di lapangan akan menjadi bahan perbincangan. Apakah perubahan aturan dan teknologi VAR telah membawa sepak bola ke arah yang lebih baik? Atau, justru merusak esensi permainan yang kita cintai? Jawabannya ada di tangan kita, para pecinta sepak bola.