‘Dibuntuti’ Hingga ke Makam: Pengalaman Tak Nyaman
Kisah Rahmat (28), salah satu peziarah, menjadi contoh konkret. Baru saja menginjakkan kaki di area pemakaman, ia sudah dikelilingi belasan orang. Mereka mengikuti Rahmat hingga ke makam keluarga, langsung membersihkan tanpa izin. Menyapu, mencabuti rumput, bahkan menyiramkan air mawar. Setelah itu, barulah mereka menagih bayaran. Sebuah situasi yang jelas tidak nyaman.
Praktik seperti ini, sayangnya, bukan hal baru. Menjelang Ramadan, jumlah pembersih makam musiman memang meningkat drastis. Mereka memanfaatkan momen ini untuk mencari nafkah, namun tak jarang caranya justru meresahkan. Peziarah merasa ‘terjebak’, karena enggan menolak khawatir memicu keributan. Akhirnya, uang pun melayang, bukan karena keikhlasan, melainkan karena terpaksa.