Sahur On The Road: Antara Tradisi dan Potensi Kerawanan
Selain sweeping, Gubernur Pramono juga menyoroti kegiatan Sahur On The Road (SOTR). Beliau melarang kegiatan yang berpotensi menimbulkan keributan dan gangguan ketertiban. Ini bukan berarti menghilangkan seluruh tradisi. Ngarak bedug untuk membangunkan sahur, yang sudah menjadi bagian dari budaya Jakarta, tetap diizinkan. Perbedaannya terletak pada esensi kegiatan: apakah menimbulkan kenyamanan atau justru kerawanan.