EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang, aroma pekat peredaran narkoba kembali tercium. Jajaran Polsek Ciledug berhasil membongkar jaringan sabu dengan modus operandi ‘mapping’ yang canggih. Pelaku berinisial RL (33) berhasil diringkus, namun rekannya, A, masih dalam pengejaran. Apa sebenarnya yang terjadi? Mari kita bedah kasus ini lebih dalam.
Awal Mula Penyelidikan: Bisikan Warga dan Kecurigaan
Bayangkan, Anda adalah warga yang hidup damai. Tiba-tiba, mata Anda tertuju pada gerak-gerik mencurigakan di sekitar tempat parkir toko. Itulah yang terjadi di Karang Tengah, Tangerang. Kecurigaan warga memicu laporan ke polisi, yang kemudian bergerak cepat. Kompol Susida Aswita, Kapolsek Ciledug, menjelaskan bagaimana penyelidikan dimulai. “Awalnya ada kecurigaan oleh warga karena gerak-geriknya,” ujarnya. Jumat, 3 April 2026, menjadi saksi bisu penangkapan RL di area parkir tersebut.
‘Mapping’: Modus Operandi Canggih yang Terbongkar
Modus ‘mapping’ adalah istilah yang kini akrab di telinga polisi. Ini adalah cara pelaku menyembunyikan dan mengambil narkoba tanpa bertemu langsung. Ibarat perburuan harta karun, pelaku menerima petunjuk lokasi penyimpanan. Namun, kali ini, ‘peta’ mereka terbaca oleh polisi. Dari hasil interogasi, terungkap bahwa RL dan A berencana mengambil sabu yang disembunyikan di semak-semak. Untungnya, polisi lebih sigap.
Bagaimana ‘Mapping’ Bekerja dan Mengapa Berbahaya?
Sistem ‘mapping’ memungkinkan transaksi narkoba tanpa tatap muka, menyulitkan penegakan hukum. Pelaku hanya perlu menerima informasi lokasi, mengambil barang, dan transaksi selesai. Dampaknya? Peredaran narkoba menjadi lebih sulit dikendalikan. Bayangkan, betapa mudahnya akses ke barang haram ini jika modus ini terus berkembang. Kasus di Tangerang ini adalah pengingat betapa pentingnya kewaspadaan kita.
Barang Bukti dan Pengejaran Pelaku: Kisah Belum Berakhir
Polisi berhasil menemukan 100,90 gram sabu yang disembunyikan. Selain itu, satu unit telepon genggam disita sebagai bukti komunikasi. Sementara RL mendekam di balik jeruji, rekannya, A, masih buron. Pengejaran terus dilakukan, dan kasus ini belum selesai. “Rekan pelaku berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pengejaran,” tegas Kompol Susida.
