EventBogor.com – Kabar menggugah datang dari pelosok Kabupaten Bogor. Warga Kampung Citumbuk, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, memilih beraksi. Alih-alih terus menunggu janji, mereka gotong royong memperbaiki jalan rusak yang memicu kecelakaan. Sebuah cermin nyata semangat kebersamaan dan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan.
Bayangkan Anda melintasi tanjakan curam. Di tengah jalan, lubang menganga siap menjegal. Inilah gambaran nyata yang dialami warga Citumbuk setiap hari. Tanjakan Citumbuk, ruas jalan kabupaten yang menjadi nadi aktivitas mereka, kini menjadi ancaman nyata. Permukaan jalan yang rusak parah, ditambah kontur curam, mengundang maut. Tak heran, kecelakaan menjadi ‘menu’ harian.
‘Jalan Ini Meminta Korban’: Kronologi Aksi Spontan
Kisah ini dimulai dari rasa putus asa. Warga, yang sudah berulang kali mengajukan perbaikan, tak kunjung mendapat respons. Akhirnya, pada Senin 9 Februari 2026, mereka mengambil inisiatif. Dipimpin Ketua RT setempat, Encep, warga bahu-membahu. Mereka mengumpulkan dana, membeli material seadanya, dan turun langsung ke lapangan. Lubang-lubang ditutup, jalan yang rusak diratakan. Sebuah aksi nyata yang lahir dari keprihatinan dan semangat gotong royong yang membara.
Kenapa ini penting sekarang? Karena ini bukan sekadar soal jalan. Ini soal keselamatan nyawa, kelancaran aktivitas ekonomi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Di tengah hiruk pikuk politik dan janji-janji manis, aksi warga Citumbuk adalah tamparan keras. Mereka menunjukkan bahwa solusi bisa datang dari bawah, dari tangan-tangan yang peduli.