MTQ bukan cuma soal adu kemampuan membaca Al-Quran. Lebih dari itu, ia adalah perayaan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam kitab suci. Ia adalah panggung bagi para qori dan qoriah terbaik, dari tingkat kelurahan hingga provinsi, untuk menunjukkan bakat dan kecintaan mereka pada Al-Quran. Pemenang, tentu saja, akan dikirim ke ajang nasional dan internasional, membawa nama Jakarta di kancah yang lebih luas.
Konteks yang Perlu Kita Tahu
Keinginan Pramono Anung untuk menghidupkan kembali MTQ bukan tanpa alasan. Ia melihat potensi besar dalam ajang ini untuk memperkuat syiar Islam, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan prestasi di bidang keagamaan. Dalam sambutannya di Festival Bandeng Rawa Belong, Pramono menyampaikan komitmennya untuk menyelenggarakan MTQ secara berjenjang, dimulai dari tingkat kelurahan hingga provinsi. Sebuah langkah konkret untuk menghidupkan kembali semangat keagamaan di tengah masyarakat.