Home News Bogor Dorong Adat di Era AI: Antara Warisan Leluhur & Masa Depan
News

Bogor Dorong Adat di Era AI: Antara Warisan Leluhur & Masa Depan

Share
Share

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk teknologi dan kecerdasan buatan, Kabupaten Bogor tak mau melupakan akar budayanya. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat adat dan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan. Pernyataan ini disampaikan dalam perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog, Lebak, Banten.

Mengapa Ini Penting Sekarang?

Bayangkan, Anda baru saja membaca berita tentang artificial intelligence (AI) yang akan mengubah dunia. Di saat yang sama, kita diingatkan untuk tidak melupakan kearifan lokal yang sudah berakar kuat. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan upaya untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang. Jangan sampai kita kehilangan identitas di tengah gempuran teknologi. Konteksnya jelas: Tema HIMAS 2025 adalah “Masyarakat Adat dan AI: Membela Hak, Membentuk Masa Depan.” Ini adalah pengingat bahwa di era digital, hak-hak masyarakat adat perlu dilindungi, dan budaya lokal perlu diadaptasi.

Latar Belakang yang Perlu Diketahui

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia sendiri punya sejarah panjang. Dimulai pada 9 Agustus 1982 di Jenewa, Swiss, melalui pertemuan United Nations Working Group on Indigenous Populations (WGIP). Forum ini menjadi wadah bagi masyarakat adat untuk menyuarakan aspirasi mereka, mulai dari hak atas tanah hingga pelestarian budaya. Sekarang, isu-isu ini relevan lebih dari sebelumnya, mengingat dampak AI terhadap berbagai aspek kehidupan.

BACA JUGA :  Bogor Ngebut! Transformasi Digital Merajai Pelayanan Publik, Warga Makin Dimanjakan?

Adat dan Budaya: Aset Pembangunan yang Tak Ternilai

Sekda Ajat menekankan bahwa adat dan budaya adalah aset penting dalam pembangunan. Bukan hanya aspek manusia, tetapi juga lingkungan dan sarana pendukungnya. Ini berarti, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga revitalisasi kawasan budaya, termasuk pemukiman di sekitarnya. Ini adalah pandangan komprehensif yang patut diapresiasi.

Contoh Nyata: Kampung Adat sebagai Pusat Peradaban

Dalam lima tahun ke depan, Kabupaten Bogor berencana mengidentifikasi kampung-kampung adat sebagai pusat kegiatan budaya. Ini bukan sekadar membangun pendopo atau fasilitas budaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan memperbaiki lingkungan. Jika ada rumah warga yang kurang layak, itu juga menjadi perhatian pemerintah. Skenario seperti ini membuktikan bahwa pembangunan harus inklusif dan berkelanjutan.

Apa Artinya Bagi Kantong Anda?

Mungkin Anda bertanya, “Apa hubungannya dengan saya?” Secara tidak langsung, pelestarian budaya berdampak pada kualitas hidup. Ketika identitas daerah terjaga, rasa memiliki dan kebanggaan akan tumbuh. Hal ini dapat mendorong pariwisata, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bukan hanya itu, nilai-nilai luhur dari adat istiadat dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Menghindari Jebakan Pembangunan yang Monoton

Pesan kunci dari pernyataan Sekda Ajat adalah pentingnya keseimbangan. Jangan sampai kita terjebak dalam pembangunan yang hanya berfokus pada infrastruktur tanpa memperhatikan kearifan lokal. Ini seperti membangun rumah tanpa fondasi yang kuat. Dengan memperkuat adat dan budaya, kita memastikan pembangunan berjalan selaras dengan identitas dan nilai-nilai yang kita miliki.

BACA JUGA :  Bupati Bogor 'Turun Gunung' di Musrenbang: Warga Bisa Langsung Curhat!

Masa Depan di Tangan Kita

Jadi, bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Mari dukung upaya pelestarian budaya, hargai kearifan lokal, dan jangan ragu untuk belajar dari masa lalu. Hanya dengan begitu, kita bisa membentuk masa depan yang lebih baik, di mana teknologi dan tradisi berjalan seiringan. Bagaimana menurut Anda?

Share
Written by
Haidar Ali Asgari

Nggak banyak gaya, yang penting banyak cerita Lagi suka explore tempat baru + dengerin lagu lama Biar hidup ada soundtrack-nya

Explore more

News

Karang Taruna Bojong Dilantik: ‘Kabinet Bergerak Berdampak’ Siap Guncang Kemang

EventBogor.com – Gemuruh semangat pemuda menggema di gedung Kampus Boash, Kemang. Pemerintah Desa Bojong resmi melantik pengurus Karang Taruna Desa Bojong. Sebuah momentum...

Related Articles
News

Tragedi Parungpanjang: Siswi SMA Meninggal dalam Kecelakaan Truk Tambang

EventBogor.com – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Bogor. Kecelakaan lalu lintas yang...

News

Pramono Ancam Pecat Oknum Dishub: Perang Tanpa Kompromi Lawan Parkir Liar

EventBogor.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengirimkan peringatan keras kepada jajaran...

News

Bendera Pusaka Bergerak: Bupati Bogor Gaungkan Semangat Kemerdekaan di Desa Malasari

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk persiapan menyambut HUT RI ke-80, Kabupaten...

News

Masjid Robin Hood: Jejak Para Jawara di Balik Kokohnya Masjid Tertua Kebayoran Lama

EventBogor.com – Di tengah hiruk pikuk Jakarta, tersembunyi sebuah permata sejarah: Masjid...