Namun, kepedihan tak berhenti di situ. Rasa penasaran dan mungkin kebutuhan memaksa Ahlan mencicipi olahan ikan dari sungai tercemar tersebut. Hasilnya? Jangankan nikmat, ikan yang sudah digoreng pun masih terasa getir dan berbau aneh, seperti aroma bahan bakar solar. “Di goreng di cobain, baunya bau solar. Kayak dimakannya juga sengar. kaya tengik gitu,” ungkapnya getir.
Apa Artinya Bagi Kesehatan Anda?
Dampak buruknya langsung terasa. Setelah mengonsumsi ikan ‘beracun’ itu, Ahlan merasakan pusing, mual, dan rasa tak nyaman lainnya. Hal serupa dialami warga lain yang turut mencicipi hidangan ‘berbahaya’ tersebut. Ini bukan sekadar cerita lokal, melainkan peringatan keras tentang betapa rapuhnya kita jika lingkungan tercemar. Jika ikan saja bisa membawa petaka, lalu bagaimana dengan air yang kita gunakan sehari-hari?