Bayangkan Anda sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari. Tiba-tiba, harga beras, telur, atau minyak goreng meroket! Kenaikan harga saat momen-momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri bukan lagi hal baru. Kebutuhan pangan meningkat tajam seiring dengan tradisi mudik dan perayaan. Inilah mengapa langkah antisipasi Food Station menjadi krusial. Mereka tidak hanya duduk diam, tetapi bergerak aktif memastikan ketersediaan pangan bagi jutaan warga Jakarta.
Menjaga Pasokan: Strategi ‘Standby Buyer’ dan ‘On Farming’
Direktur Utama Food Station, Dodot Tri Widodo, menjelaskan bahwa strategi mereka berfokus pada dua pilar utama. Pertama, standby buyer, yaitu membeli gabah langsung dari daerah penghasil. Kedua, on farming, memberikan dukungan finansial kepada petani untuk menanam padi. Ini bukan hanya soal membeli, tapi juga memberikan kepastian pasar bagi petani dan menjaga kestabilan harga di tingkat produsen.